Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 23 Juni 2024, Badai Pasti akan Berlalu

Dengan menenangkan badai Yesus memperlihatkan diri sebagai Tuhan yang berkuasa.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Minggu 23 Juni 2024, Badai Pasti akan Berlalu 

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Minggu 23 Juni 2024, Badai Pasti akan Berlalu

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz STM Nenuk Atambua Timor

Hari Minggu Biasa XII (H)

Lectio:
Ayub 38:1.8-11
Mazmur 106:23-24,25-26,28-29,30-31
2Korintus 5:14-17
Injil: Markus 4:35-40

Meditatio:
Badai itu sama dengan angin ribut yang kencang, datang tiba-tiba dan hilang sejenak, tetapi membawa bencana dan bahayanya tersendiri. Kalau badai itu datang, kita pasti cemas karena rumah kediaman kita di bumi ini akan porakporanda. Semua rata tanah bahkan dibawah pergi oleh angin. Kapal yang sedang berlayar akan tenggelam dan banyak penumpang nyaris meninggal.

Demikian juga hidup ini tidak pernah luput dari terpaan badai yang datang silih berganti. Ayub menghadapi badai, kesusahan dan godaan. Anak-anaknya meninggal, harta bendanya habis, Ayub ditinggalkan istrinya, dicemooh orangorang sekitarnya. Badai kehidupan Ayub dilalui dengan kesedihan, kecemasan dan rasa sakit.

Namun dia tetap percaya kepada Tuhan. Dia pun menghadapinya dengan iman yang teguh. Ayub menang dalam cobaan hidup. Rasul Paulus juga menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, tetapi dimampukan untuk hadapi berbagai masalah bukan karena kekuatannya sendiri tetapi kasih karunia Tuhan.

Para murid diterpa badai di tengah laut. Seandainya kita ada dalam perahu seperti yang diberitakan Markus dalam perikop injil hari ini, kita pasti takut dan gentar. Sewaktu badai mulai datang dan perahu sudah mulai penuh air, para murid kepanikan, ketakutan, punya kekuatiran sekaligus juga sebel-sebelnya mereka kepada Yesus yang mereka anggap diam saja, tidak peduli kalau perahu sebentar lagi bisa jadi hancur. Mungkin 99,99 persen akan menjadi perasaan kita juga!

Badai itu reda dan danau pun tenang kembali ketika Yesus menghardiknya dan para murid diselamatkan. Peristiwa ini menggambarkan kuasa Kristus atas alam. Kristus yang telah bangkit sungguh memiliki kuasa untuk memulihkan kembali kekacauan yang melanda kehidupan manusia dan alam. Dengan menenangkan badai Yesus memperlihatkan diri sebagai Tuhan yang berkuasa.

Layaknya kapal atau perahu yang menghadapi terpaan badai, kita juga akan menghadapi berbagai tantangan dan masalah. Ada tiga hal yang menjadi pergumulan kita.

Pertama, kita sering terserap ke dalam perasaan-perasaan kita. Seperti para murid, kita sering marah, takut, dan sedih. Hal itu manusiawi, tetapi suatu rasa yang berlebihan hanya akan merugikan. Kita perlu menyadari bahwa masalah ada bukan untuk diratapi, tetapi untuk diatasi. Karena itu, yang terpenting adalah mencari solusi.

Kedua, dalam situasi sulit, sering kali kita mudah mempersalahkan orang lain, layaknya para murid mempersalahkan Yesus ketika perahu mereka hampir tenggelam. Sikap mempersalahkan muncul karena kita tidak mampu menguasai diri dan berdamai dengan keadaan. Dalam kasus-kasus tertentu, ada orang yang menganggap Tuhan “tidur”.

Ia menilai Tuhan abai dan meninggalkannya. “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Sebenarnya, kitalah yang terlelap dalam perasaan-perasaan kita, sehingga kurang mampu merasakan kehadiran Tuhan dan kuasa-Nya. Kita akan merasakan kehadiran Tuhan kalau kita menguasai diri, juga ketika kita menerima keadaan tanpa mempersalahkan siapa pun termasuk Tuhan.

Ketiga, masalah sering kali membuat kita kurang percaya. Saat itu, kita merasa terasing dari sesama dan Tuhan. Kita terisolasi, merasa sendirian, dan tak berdaya. Kita ragu pada diri sendiri, orang lain, bahkan Tuhan. Teguran Yesus pada para murid juga berlaku bagi kita. “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Teguran ini menyadarkan kita untuk percaya diri. Kita diciptakan dengan budi, hati, dan kehendak. Kita perlu memaksimalkan kemampuan kodrati ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved