KKB Papua

Praka Hendrik Ditembak KKB Papua, Korban Gugur dengan Peluru Tertancap di Punggung

Ajal setiap orang tak sama satu sama yang lain. Demikian juga yang dialami oleh prajurit TNI yang selama ini bertugas di Koramil 1717-02/Sinak.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MENGUNGSI – Lantaran saban hari diserang oleh kelompok kriminal bersenjata, ribuan warga sipil di Distrik Bibida memilih mengungsi. Mereka takut dengan tindakan kejam kelompok penjahat di daerah itu. 

Para pengungsi yang saat ini berada di Gereja Katolik Paroki Salib Suci berharap situasi keamanan kampungnya dapat segera kondusif kembali karena mereka ingin segera ke rumahnya masing-masing.

Tetapi, ia juga menyampaikan agar kampung tersebut juga tidak didirikan pos TNI karena dianggap dapat memancing kedatangan KKB.

“Apa pun namanya, biar OPM atau TPM bahkan TNI non-organik harus kosongkan Bibida. Kami saat ini trauma, mendengar tembakan sana sini, itu membuat kami takut. Namun kami akan aman dan terlindung jika Kantor Polsek dibangun di sana, lahannya sudah kami siapkan,” kata Domianus.

Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk menegaskan, pemerintah beserta TNI dan Polri telah siap memfasilitasi masyarakat untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing.

“Tadi masyarakat sampaikan ingin secepatnya kembali ke Bibida. Danrem telah sampaikan kepada kami daerah Bibida sudah kembali aman. Sehingga saya sudah sampaikan agar TNI-Polri dan Pemda Paniai untuk segera memfasilitasi dan mengatur mekanisme serta teknis masyarakat kembali ke kampung mereka masing-masing,” kata Ribka.

Ribka menjelaskan, saat ini tercatat sebanyak 1.883 orang yang memilih untuk mengungsi. Atas kejadian ini Pemda telah menetapkan status tanggap darurat bagi masyarakat Bibida selama 14 hari.

“Jadi masyarakat ini mengungsi sudah 1 minggu, sehingga kita buat status tanggap darurat selama 14 hari. Para pengungsi ini adalah tanggung jawab pemerintah. sehingga selama dalam pengungsian kami dari pemerintah telah menyiapkan segala kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kebutuhan makan minum, kesehatan dan tim trauma healing,” tuturnya.

Ribka berharap agar kondisi keamanan di Kabupaten Paniai segera pulih dan tidak ada lagi gangguan yang mengorbankan masyarakat.Ia meminta agar semua pihak ikut mewujudkan Papua Tengah aman dan nyaman.

Baca juga: KKB Papua Tembak Tukang Ojek, Korban Selamat Walau Sempoyongan Saat Tinggalkan TKP

Baca juga: Prajurit TNI Gerebek Markas KKB Papua, Satu Anggota OPM Tewas Ditembak

“Saudara-saudara yang tidak puas dengan pemerintahan, ayo mari bergabung dan bersatu kita bangun daerah ini. Apalagi ini Papua Tengah sudah memiliki pemerintahan baru, kita pemerintah sudah siap untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan beras 10 ton, minyak goreng, mi instan, garam, makanan tambahan balita di bawah 5 tahun, pemberian makanan ibu hamil, susu balita di bawah 5 tahun, susu anak-anak di atas 5 tahun, sembako, menyiapkan tenda dan bantuan Rp 2 miliar untuk pembangunan sekolah TK dan SMP YPPGI yang dibakar KKB. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved