Selasa, 14 April 2026

Berita NTT

Angkasa Pura El Tari Ungkap Kendala Dua Penerbangan Terhambat

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk waspada. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Salah satu pesawat yann melayani rute Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dua penerbangan di Bandara El Tari Kupang terhambat. PT Angkasa Pura mengungkap alasan kendala itu terjadi, Sabtu 22 Juni 2024.

Humas Bandara El Tari Kupang, Tyas Novitasari membenarkan adanya gangguan di area bandara yang menyebabkan dua penerbangan ikut terkena imbas. 

"Bahwa benar telah terjadi kebakaran di area Selatan runway Bandara El Tari yang dikarenakan cuaca yang panas. Kebakaran terjadi pada pukul 15:51 WITA," kata Tyas, Sabtu malam.

Untuk mengantisipasi kebakaran tersebut, otoritas terkait mengerahkan dua kendaraan pemadam kebakaran berjenis Nurse Tender dan Morita F3 untuk melakukan penanggulangan. Api telah berhasil di padamkan pada pukul 19.15 WITA. 

"Kejadian tersebut berakibat pesawat mengalami delay yaitu pesawat Lion Air JT 695 tujuan Kupang Surabaya dan pesawat Wings Air IW 1830 divert ke Bandara Internasional Komodo pada pukul 16.12 WITA," ujarnya.

Salah satu penumpang, Leta Levis yang ikut dalam penerbangan dari Ende ke Kupang mengaku pesawat yang membawa dirinya dan penumpang lain, terpaksa mendarat ke Bandara Komodo, Labuan Bajo karena gangguan di bandara El Tari Kupang. 

Ia menyebut, pesawat yang ia tumpangi sempat berputar beberapa saat sebelum terbang ke bandara Komodo. Leta memastikan penerbangan lancar dan tiba dengan selamat. 

"Pesawat dari Ende ke Kupang sore ini  tidak bisa mendarat di Kupang katanya ada kebakaran di sekitar bandara,  berputar 20 menit di atas Kupang, belum bisa mendarat terpaksa pilot mutar stir mendarat di Labuan Bajo," tulis dia di unggahan Facebook-nya. 

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk waspada. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek, Sabtu 22 Juni 2024, mengatakan, secara umum sebagian besar wilayah NTT telah memasuki Musim Kemarau. Pertumbuhan awan mulai menurun dan angin Monsoon Timur sudah mulai aktif.

"Waspadai potensi angin kencang yang sifatnya kering di musim kemarau yang berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," kata dia, Jumat siang. 

Baca juga: Berita Viral Info Terbaru Pengguna Bandara El Tari Ada Perubahan Jalur Masuk Area Parkir Ini Detail


BMKG memperkirakan angin kencang itu terjadi 22-24 Juni 2024, merata di seluruh wilayah di NTT. Sementara itu, tidak ada daerah yang berpeluang terjadi hujan. 

Sementara pada prospek mingguan 21-27 Juni 2024, BMKG menyebut saat ini sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim kemarau. Diprakirakan kedepannya seluruh wilayah NTT sudah memasuki musim kemarau. 


Secara umum kondisi dinamika atmosfer yang terpantau pada tanggal 18 Juni 2024 adalah suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 26.0 °C - 32.0 C dengan anomali suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara -1.0 °C hingga +2.0 °C.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved