Berita NTT

Nilai Rupiah Makin Melemah, Ketum KADIN NTT Ajak Pengusaha Tingkatkan Ekspor Produk

performance dari BUMN juga berpengaruh terhadap keadaan saat ini. Yang mana, orang dari luar juga melihat bahwa BUMN di Indonesia

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Rosalina Woso
Dok. Pos Kupang
Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri, KADIN NTT, Bobby Lianto   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Melihat kondisi nilai rupiah saat ini yang semakin melemah, Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri, KADIN NTT, Bobby Lianto mengajak para pengusaha untuk meningkatkan ekspor produk.

Bobby Lianto menyampaikan hal itu saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Selasa 18 Juni 2024.

"Memang kondisi ekonomi kita saat ini sedang buruk. Realnya memang begitu. Saya menyarankan agar teman-teman pengusaha fokus mencari ekspor produk. Karena ini sangat membantu kita," Bobby Lianto.

Bobby menyebut, beberapa waktu ini memang keadaan ekonomi indonesia  kurang baik. Yang mana, nilaintukar dolar semakin mahal, cenderung naik hampir Rp 16.500.

Baca juga: Jadwal Kapal Ferry ASDP Kupang NTT Rabu 19 Juni 2024 KMP Inerie II Kupang-Rote PP

"Semakin kita banyak melakukan ekspor tentu akan menguntungkan kita. Karena kalau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tentu kita terima dolar dan dengan ekspor maka akan menarik dolar masuk ke Indonesia," tuturnya.

Sebenarnya, kata Bobby, jika dilihat, pemerintah sudah melakukan beberapa hal terkait dengan keadaan saat ini yaitu menaikkan suku bunga dengan harapan agar orang menaruh uang US di Indonesia.

"Tetapi kalau saya lihat, kondisi ini tidak membantu dan malah rupiah kita melemah. Selain itu, IHSG kita dari BUMN juga menurun," ujarnya.

Menurut Bobby, performance dari BUMN juga berpengaruh terhadap keadaan saat ini. Yang mana, orang dari luar juga melihat bahwa BUMN di Indonesia mengalami saham anjlok seperti Garuda dan lainnya.

"Ini kurang baik secara kondisi ekonomi. Memang beberapa waktu ini dolar ini cenderung naik hampir Rp 16. 500," sebutnya.

Terkait dengan dampak lainnya dari melemahnya kondisi rupiah, kata Bobby, ada pula dampak terhadap beberapa industri khususnya di garmen banyak yang tutup karena kondisi ekonomi yang kurang baik.

"Pengusaha banyak juga yang pindah pabrik ke Jawa Tengah karena hitungannya UMP," kata Bobby. (cr20)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved