Berita NTT
Kepala LP3M UCB Kupang Apresiasi Dinkes NTT Tangani HIV
Ia menyebut, penanganan yang dilakukan Dinkes NTT dengan maksimal hingga membuat target nasional terlampaui.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Vinsensius Belawa Lemaking mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT dalam upaya penanganan HIV.
Ia menyebut, penanganan yang dilakukan Dinkes NTT dengan maksimal hingga membuat target nasional terlampaui.
“Namun ada pekerjaan rumah yang sedang menanti dan ini perlu kolaborasi semua pihak untuk mengatasinya," kata Sekjen Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) NTT, usai workshop 10-11 Juni 2024.
Pekerjaan rumah yang berat tersebut antara lain, langkah menaikan persentase pemeriksaan viral load orang dengan HIV. Target itu masih kurang dan tentu harus berbarengan dengan efektivitas pemberian obat ARV.
Penderita harus minum obat secara teratur sehingga saat pemeriksaan viral load, virusnya bisa ter-supresi atau virusnya sangat sedikit atau tidak terdeteksi. Dengan ini maka orang dengan HIV tidak menularkan virus ke orang lain.
"Mereka bisa dikategorikan sebagai orang normal dan tidak ada kecemasan dalam komunitas dimana ia berada," ungkap mantan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UCB ini, seperti dalam keterangan tertulisnya, Minggu 16 Juni 2024.
Salah satu target untuk mengukur keberhasilan eliminasi HIV/AIDS dan pada akhir tahun 2030 adalah 95 persen Orang Dengan HIV/ODHIV yang masih mendapat pengobatan Antiretroviral/ARV virusnya tidak terdeteksi. Target pemeriksaan Viral Load ODHIV dalam pengobatan ARV tahun 2024 sebesar 65 persen.
Satu hal yang perlu diingat, kata dia, imun atau kekebalan tubuh seseorang sangat dipengaruhi oleh pikiran. Untuk itu, Vinsen menyarankan untuk tidak boleh stress berlebihan karena akan sangat mempengaruhi Kesehatan orang dengan HIV.
"Oleh sebab itu perlu dukungan semua pihak, Yayasan peduli HIV/AIDS, para pendamping dan juga keluarga terdekat tentunya. Target pemerintah pada tahun 2030 kita bebas diskriminasi dan itu harus kita mulai dari sekarang," jelasnya. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.