Berita NTT
Pemprov NTT dan PRISMA Lokakarya Berbagi Pembelajaran Sektor Babi
Ayodhia Kalake dalam sambutannya yang dibacakan Staff Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Setda NTT, Linus Lusi
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Mengingat program PRISMA akan berakhir pada 2024, kerja sama antara Pemprov NTT dan PRISMA dalam satu tahun mendatang akan difokuskan untuk menghimpun pengetahuan yang bersumber dari pengalaman-pengalaman dengan pemangku kepentingan di sektor peternakan babi.
Untuk menandai kolaborasi tersebut, pada kegiatan ini dilakukan seremoni serah terima materi edukasi yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif dari berbagai pihak tak terkecuali peternak rumahan, peternakan industri, serta pemerintah daerah yang terlibat dalam rantai pasar.
Ia menambahkan, kampanye ini telah menjangkau 650.000 orang untuk meningkatkan kesadaran akan dampak ASF.
Perwakilan peternak babi NTT, Rofinus Rudeng mengatakan, kampanye tersebut sangat membantu karena dapat membantu peternak kecil mendapatkan akses yang mudah terhadap pakan, obat-obatan hewan, dan bibit babi unggul. Hal ini berdampak positif pada ekonomi peternak.
"Dimana anak-anak mereka dapat bersekolah dengan baik dan kecukupan gizi keluarga terjamin. Selain itu, saya juga senang karena dapat menyediakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, serta menjadi tempat magang bagi siswa SMK dan mahasiswa jurusan peternakan dan biologi,” ungkap Rofinus Rudeng.
Diketahui, NTT merupakan provinsi dengan populasi ternak babi terbesar di Indonesia. Beternak babi merupakan tradisi turun temurun untuk memenuhi ritual kebudayaan, agama maupun dikonsumsi sehari-hari.
Sehingga kemunculan ASF sejak akhir 2019 memberi pukulan keras bagi lebih dari 900.000 peternak babi rumahan di provinsi tersebut. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.