Timor Leste

Jepang-Timor Leste Tanda Tangan  Proyek Pengembangan SDM: Sediakan 8 Beasiswa Pascasarjana

Pemerintah Jepang dan pemerintah Timor Leste  menandatangani nota kesepahaman mengenai proyek beasiswa pengembangan sumber daya manusia (SDM)

Editor: Agustinus Sape
TATOLI/ANTONIO DACIPARU
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Timor Leste, Kimura Tetsuya, dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Bendito dos Santos Freitas, menandatangani perjanjian kerjasama bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Dili, Kamis (13/6/2024). 

POS-KUPANG.COM, DILI - Pemerintah Jepang dan pemerintah Timor Leste  menandatangani nota kesepahaman mengenai proyek beasiswa pengembangan sumber daya manusia (SDM) senilai hingga 184 Yen. Dalam hal ini Pemerintah Jepang menyediakan delapan beasiswa untuk kuliah pasca sarjana (S2 dan S3) bagi pegawai negeri sipil (PNS) Timor Leste melalui program JDS (Japan Development Scholarship).

Penandatanganan dilakukan di Dili, Kamis (13/6/2024) oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Timor Leste, Kimura Tetsuya, dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Bendito dos Santos Freitas.

Kimura Tetsuya mengatakan program JDS telah dimulai pada 2018 yang bertujuan mendukung pejabat muda pemerintah dalam memperoleh keterampilan perencanaan dan implementasi di sekolah pascasarjana universitas bergengsi di Jepang dan menjadi pemimpin penting negara ini di masa depan serta memperkuat kemitraan antara Jepang dan Timor Leste.

Ia juga menjelaskan bahwa Jepang telah melakukan kerjasama bilateral dengan Timor Leste dan telah mendukung bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan pertanian termasuk program JDS dan program terkait lainnya sejak Timor Leste merestorasikan kemerdekaannya pada Mei 2002 hingga saat ini.

"Kami percaya bahwa program ini akan menjadi kesempatan emas bagi para pemimpin muda Timor Leste, tidak hanya untuk mendapatkan keahlian, namun juga terhubung dan membangun hubungan pribadi dengan para pemimpin muda dari negara-negara Asia lainnya yang belajar di Jepang, yang akan menjadi aset yang sangat berharga tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk negara ini di masa depan," kata Dubes Kimura Tetsuya.

Baca juga: Universitas Terbuka Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional di Timor Leste

Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Bendito Freitas mengungkapkan kelanjutan program JDS dengan penandatangann ini sangat penting untuk kembali mengirimkan delapan PNS agar melanjutkan studi ke Jepang.

"Dengan adanya pernajian ini, kami akan mengirimkan delapan PNS lagi untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S2 dan S3 di beberapa universitas di Jepang pada tahun ini," katanya.

Disebutkan delapan PNS yang akan melanjutkan studi ke Jepang tersebut dari Kementerian Keuangan satu orang, Kementerian Administrasi Negara 2 orang, Komisi Anti Korupsi satu orang, Kementerian Kesehatan 2 orang, Lembaga Administrasi Negara-INAP satu orang, dan Kementerian Perdagangan dan Industri satu orang. Kedelapan PNS tersebut akan belajar di Jepang selama dua hingga tiga tahun.

Dikatakan, kelanjutan program JDS ini telah memasuki angkatan VIII.  Pada angkatan I hingga angkata IV sebelumnya ada sejumlah PNS yang diberangkatkan ke Jepang dan dinyatakan lulus. Mereka juga telah kembali ke Timor Leste.

Sementara pada angkatan V dan VI, sejumlah PNS juga telah diberangkatkan ke Jepang dan saat ini sedang belajar di Jepang. Sedangkan Angkatan VIII akan diberangkatkan ke Jepang pada Agustus 2024 ini.

"Karena itu, atas nama Pemerintah Timor Leste, saya mengucapkan terima kasih kepada Jepang atas segala dukungannya untuk Timor Leste selama ini. Kami berharap Jepang akan terus mendukung Timor Leste di masa yang akan datang," pungkasnya.

Sejak Timor Leste mengikuti program JDS tahun 2018, sebanyak 46 PNS telah belajar di Jepang. Sebanyak 22 orang telah menamatkan gelar masternya.

Program JDS didukung oleh Pemerintah Jepang melalui Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) di Timor Leste dengan total anggaran senilai lebih dari 1,2 juta dollar.

Untuk diketahui, Timor Leste telah melakukan upaya rekonstruksi dari konflik dan konsolidasi perdamaian sejak kemerdekaannya pada tahun 2002.

Pada tahun 2022, keanggotaan Timor Leste di ASEAN secara prinsip telah disetujui, dan persiapan untuk keanggotaan penuh sedang dilakukan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved