Jumat, 17 April 2026

Berita NTT

Jenazah PMI Non Prosedural Asal Malaka Tiba di Kupang

Anak kandung korban, Feby Bitaela (27) yang diwawancarai POS-KUPANG.COM mengatakan ayahnya Nikolas berangkat ke Malaysia sejak tahun 2013.

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
Suasana pemulangan jenazah PMI non prosedural asal Kabupaten Malaka, Nikolas Nesi diwarnai isak tangis anak dan keluarga di Bandara El tari Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural tiba di terminal kargo Bandara El Tari Kupang pada Selasa, 11 Juli 2024 dengan pesawat Garuda GA 448. 

Jenazah tersebut atas nama Nikolas Nesi (56) beralamat di RT : 004 / RW : 002, Desa Lamudur, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.

Anak kandung korban, Feby Bitaela (27) yang diwawancarai POS-KUPANG.COM mengatakan ayahnya Nikolas berangkat ke Malaysia sejak tahun 2013.

“Kami dapat kabar bapak meninggal sekitar 31 Mei 2024. Bapak berangkat ke Malaysia itu sejak tahun 2013. Kami anak-anak ada 4 bersaudara yang harus dibiayai, karena tuntutan ekonomi bapak merantau ke Malaysia tahun 2013 untuk kerja di perkebunan sawit. Bapak merantau pakai biaya sendiri tidak lewat PT mana pun,” ujarnya.

Menurut Feby selama bekerja di Malaysia ayahnya lancar mengirimkan uang setiap bulan, termasuk biaya sekolahnya selama kuliah di Malang.

“Selama di Malaysia bapak sering telepon kami, setiap bulan selalu lancar kirim uang,” ungkapnya.

Feby yang saat ini bekerja di Kefamenanu, mengatakan dari hasil pemeriksaan yang diinformasikan padanya ayahnya diketahui menderita pneumonia.

Baca juga: Jenazah PMI Ilegal Flores Timur Dipulangkan dari Malaysia, Merantau 21 Tahun Lamanya

“Hasil pemeriksaan bilang bapak saya kena Pneumonia sejak 3 tahun lalu. Hari - hari terakhir, sekitar 3-4 hari sebelum kami dapat kabar duka, bapak telepon kami. Bapak saat itu sakit sampai muntah-muntah,” jelasnya.

Dia juga menambahkan saat ini 3 saudaranya yang lain masih sekolah dan kedepannya dirinya menjadi tulang punggung sekaligus bertanggung jawab membiayai tiga saudaranya.

Sementara itu jenazah tiba disambut isak tangis keluarga yang sedang menunggu. Jenazah langsung dibawa keluarga menuju rumah duka di Malaka, dengan ambulance milik Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi NTT. (cr19)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved