Pilgub NTT
Elektoral Cawagub Jadi Kunci Kemenangan di Pilgub NTT 2024
Untuk calon Gubernur NTT yang punya pengalaman elektoral, diantaranya, Ansy Lema, Melky Laka Lena, Viktor Laiskodat.
POS-KUPANG.COM - Pengamat politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Diana Tabun menyebut salah satu kriteria yang menjadi kunci kemenangan dalam pemilihan Gubernur dan dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah pengalaman setiap calon di elektoral termasuk pengalaman elektoral calon wakil gubernur.
Menurutnya, minimal para bakal calon gubernur dan wakil gubernur sudah pernah masuk dalam arena pemilihan umum baik itu legislatif ataupun kepala daerah, sehingga secara tidak langsung sudah dapat mengukur diri sejauh mana tingkat keterpilihan dan tingkat kesukaan masyarakat.
"Jika calon pemimpin NTT tidak memenuhi harapan publik, maka dapat dipastikan akan sangat sulit untuk memenangkan pertarungan Pilgub NTT," jelas Diana Tabun, Senin, 10 Juni 2024.
Dirinya juga menyebut, sejumlah nama yang menguat di waktu terkini dan telah memiliki pengalaman elektoral.
Untuk calon Gubernur NTT yang punya pengalaman elektoral, diantaranya, Ansy Lema, Melky Laka Lena, Viktor Laiskodat.
Sementara bakal calon Wakil Gubernur NTT yang punya pengalaman elektoral, diantaranya, Refafi Gah, Adrianus Garu, Sebastian Salang, Jane Natalia Suryanto.
Meski begitu, dirinya tak menampik peran penting partai politik dalam bernegosiasi dan berkoalisi untuk mengusung para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
"Tentunya dalam negosiasi partai politik sebagai kendaraan yang akan mengantar putra-putri terbaik ini dalam kontestasi politik tentu ini menjadi kalkulasi yang cermat, minimal modal awal untuk penguasaan wilayah sudah paham. Dan tentunya mereka pernah merasakan ritme tahapan pemilu atau menanti menit-menit dimana pengumuman hasil hitung suara oleh penyelenggara pemilu," jelasnya.
Selain pengalaman secara elektoral, menurut Diana Tabun, terdapat empat kriteria penting lainnya yang harus dimiliki oleh setiap calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024 untuk memenuhi bisa keinginan rakyat NTT yang menginginkan pemimpin baru yang dapat membawa harapan, perubahan dan kemajuan yang semakin meningkat di segala bidang.
Baca juga: Survei Charta Politika Pilgub NTT: Ansy Lema Semakin Menguat
Pertama, pemimpin NTT harus bermain pada masyarakat “grassroots”.
"Artinya bahwa yang terpilih harus mampu menjawab persolan yang dihadapi oleh rakyat dan memberikan solusi yang jitu, persoalan yang sering terjadi antara lain masalah infrastruktur, kemiskinan, kelaparan, pengangguran, kesehatan, dan berbagai persoalan sosial," jelasnya.
Kriteria kedua, lanjut Diana, Integritas. Seorang calon Gubernur NTT ke depan harus memiliki intergritas yang tinggi. Tanpa integritas yang tinggi, maka sangat sulit untuk sekadar mengimajinasikan NTT yang lebih baik.
"Oleh karena itu, publik NTT tentunya menempatkan poin integritas sebagai prasyarat untuk memberikan dukungan. Untuk melacak integritas seorang calon, tentu kita bisa melacak rekam jejak bakal calon. Tentu tidak akan memilih pemimpin yang memiliki catatan masa lalu yang buruk," tuturnya.
Kriteria ketiga adalah punya kemampuan. Artinya bahwa pemimpin NTT ke depan tidak hanya pemimpin yang karena popularitas lantas ingin mencalonkan diri.
Perlu juga masyrakat menelusuri konsepsi sang calon tentang bagaimana NTT ke depan baik untuk lima tahun maupun jangka waktu yang panjang. Kriteria keempat, menurut Diana Tabun adalah loyalitas.
| Melki - Johni Pastikan Mulai Kerja Seusai Pelantikan |
|
|---|
| Melki-Johni Buka Ruang untuk Dikritik Selama Pimpin NTT |
|
|---|
| Usai Ditetapkan Jadi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma: Kita Sama-sama Atasi Masalah |
|
|---|
| Melki - Johni Ditetapkan jadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2025-2030 |
|
|---|
| Ketua KPU NTT Harap Melki-Johni Bawa Semangat Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pengamat-politik-dari-Universitas-Nusa-Cendana-UNDANA-Kupang-Diana-Tabun.jpg)