UKAW Kupang

UKAW Kupang Perkuat Ketahanan Sosial-Ekologi Hadapi Perubahan Iklim

Ketahanan Pangan NTT juga berbicara mengenai Strategi dan Kebijakan Penanganan Daerah Perubahan Iklim terhadap sektor pertanian.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Suasana kegiatan desiminasi hasil penilitian oleh UKAW Kupang dengan beberapa institusi dan pemerintah di Hotel Sahid T-More Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perubahan iklim yang tak terhindarkan kini menjadi perhatian utama Universitas Kristen Artha Wacana atau UKAW Kupang.

UKAW terus berupaya meningkatkan ketahanan sosial dan ekologi masyarakat melalui berbagai penelitian dan kerja sama dengan sejumlah institusi terkemuka.

Dalam upaya ini, UKAW bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sebijak Institut Fakultas Kehutanan UGM, CIFOR, Australian National University, Universitas Mataram, Universitas Pattimura Ambon, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penelitian difokuskan di wilayah perbatasan RI-RDTL, khususnya di dua desa di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, yaitu Desa Alas dan Desa Alas Utara.

Baca juga: Wisuda ke-67 UKAW Kupang, Rektor Ingatkan Pentingnya Integritas Kesarjanaan

Hasil penelitian ini diseminasi pada acara yang digelar di Hotel Sahid T-More Kupang, Jumat 7 Juni 2024. Acara dibuka oleh Rektor UKAW Kupang, Prof. Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, MT. Pengenalan penelitian koneksi disampaikan oleh Dwiko Budi Permadi, diikuti dengan pemaparan hasil penelitian oleh Lintje Pellu dari tim UKAW.

Acara tersebut juga menghadirkan talkshow dengan berbagai pemateri, termasuk Yohanes Paut dari BAPPERINDA NTT yang membahas Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim, dan Viktor Manek dari PMD NTT yang memaparkan Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. 

Asma Kurniawati Karim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT juga berbicara mengenai Strategi dan Kebijakan Penanganan Daerah Perubahan Iklim terhadap sektor pertanian.

Prof. Godlief Neonufa menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi ekologi guna menentukan dampak terhadap kehidupan sosial. 

"Eksplorasi yang dilakukan adalah upaya untuk mengembalikan kondisi ekologi dan melihat dampaknya pada kehidupan sosial," ujarnya.

Salah satu keunikan penelitian di Malaka adalah peran perempuan dalam pengambilan keputusan adat, yang berdampak pada ketahanan sosial dan ekologi. Hasil penelitian ini akan dibandingkan dengan daerah lain, seperti Mataram NTB dan Maluku.

Prof. Godlief menekankan bahwa perubahan iklim diperburuk oleh perilaku manusia yang menyebabkan penurunan produksi pangan, ketersediaan air bawah tanah, serta degradasi lahan dan hutan.

"Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan energi domestik memperluas wilayah terdegradasi. Jika tidak ditangani, hal ini akan berdampak pada perubahan iklim," jelasnya.

UKAW terus mencari solusi atas masalah ini, seperti mengembangkan briket biomassa sebagai alternatif kayu bakar, yang diharapkan dapat mengurangi penebangan pohon dan dampak negatif terhadap ekosistem. 

"Kita harus menemukan solusi lain seperti briket dari biomassa yang mudah ditemukan masyarakat," tambahnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved