Pilgub NTT
Pilgub NTT, Jane Natalia Suryanto: NTT Cinta Pertamaku
Seminggu kemarin, Jane berbagi dengan sesama saudara di Pulau Flores, secara khusus di Kabupaten Sikka dan Ende.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
Transformasi sudah terlihat dengan munculnya perempuan dalam panggung politik di Provinsi NTT. Misalnya, mantan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bulu dan mantan Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, menjadi bukti perempuan tidak kalah kuat dengan kaum laki-laki.
Hari ini, satu perempuan lagi telah mendeklarasikan dirinya menjadi calon Wakil Gubernur Provinsi NTT. `Kartini' ini bernama Jane Natalia Suryanto. Kader Partai Solidaritas (PSI) telah mendaftarkan diri di beberapa partai politik seperti PAN, PKB, PSI, Demokrat, Grindra dan PDIP.
Kemauan dan tindakan politiknya tidak berada dalam ruang hampa, sebab ia memulai dengan survei dan restu dari partainya, PSI.
Jane adalah pengusaha sukses di Kota Metropilitan Jakarta. Dibalik kesuksesannya ia mau berbagi dengan orang lain. Dan, itu sudah ia lakukan membantu masyarakat NTT selama tujuh tahun ini.
Direktur PT. Dutamasindo Labora Jaya merupakan sebuah perusahaan distributor besar dan terkenal di Jakarta. Jane sudah banyak mambantu masyarakat dengan dana pribadinya, namun dirinya tetap merasa kurang.
Atas dasar inilah Jane terpanggil mencalonkan dirinya sebagai Wakil Gubernur NTT periode 2024-2029. Menurutnya, untuk bisa membantu masyarakat lebih banyak maka satu satunya jalan harus masuk dalam sistem pemerintahan.
Pilihan politiknya terinspirasi dari dua perempuan tokoh dunia yakni Benazir Bhutto adalah perempuan pertama yang memimpin sebuah negara muslim sebagai Perdana Menteri Pakistan tahun 1988. Dan, Perdana Mentri Inggris, Margaret Thacher (1979-1990) yang adalah perempuan pertama pemimpin di Benua Eropa.
Ada satu kalimat yang diucapkan Margaret Thacher: "Jika kamu ingin mendengarkan sesuatu tanyakan pada laki-laki dan jika kamu ingin melakukan sesuatu tanyakan pada perempuan. "Kalimat bertenaga ini menginspirasi dirinya untuk selalu berbuat dan berbagi dengan masyarakat NTT.
Oleh karena itu, Jane punya mimpi dan agenda besar untuk Provinsi NTT. Agenda besar itu adalah mengeluarkan NTT dari 10 besar provinsi termiskin di Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, yang harus dilakukan diantaranya focus pada pengembangan sumber daya alam yang mangkrak untuk dijalankan dengan manajemen lebih baik, mengurangi tingkat stunting di NTT ke angka dibawah 20 persen.
Selanjutnya, menciptakan lapangan pekerjaan khususnya di area tenun, rumput laut, dan garam industri. Dengan masih banyaknya luas lahan pertanian kering, maka perlu dilakukan masalah penaggulangan masalah air di daerah pertanian dengan teknologi dripping sistem.
Rakyat dan anak NTT jangan sampai kehilangan masa depannya. Pemimpin memiliki tugas besar yakni melatakan dasar-dasar pembangunan yang kuat sehingga tidak meninggalkan patah hati dan hilang harapan anak NTT dalam menghadapi tantangan yang lebih berat di masa yang akan datang. NTT bisa berubah seperti yang kita lihat dan harus ada kekuatan kebersamaan.
Rakyat NTT memiliki keberanian untuk mencita-citakan apa yang bisa dan yang harus dilakukan besok. Kita tidak boleh kesal dengan yang ditinggalkan hari ini. Kita harus berani bangkit dari kondisi hari ini.
Kontestasi Pilgub NTT adalah saluran demokrasi menemukan pemimpin untuk NTT yang lebih sejahtera. Emanuel Melkiades Laka Lena-Jane Natalia Suryanto adalah jawaban menuju NTT sejahtera.(*/gem)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jane-Natalia-Suryanto-saat-berbagi.jpg)