Minggu, 7 Juni 2026

Berita Manggarai Barat

Kerang Darah dari Labuan Bajo NTT Tembus Pasar Thailand

Menurutnya peluang bisnis ekspor kerang sangat menjanjikan, pasalnya kualitas kerang dari Labuan Bajo bagus, dan diminati negara luar. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Sortir kerang darah sebelum diekspor ke Thailand, Kamis 6 Juni 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kerang darah dari perairan laut Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menembus pasar Thailand. Sejak Mei 2024, capaian volume ekspor ke negeri gajah putih itu sudah mencapai 6 ton lebih. 

Kegiatan ekspor itu dilakukan oleh PT Royal Phinisi Julian. Ardiansyah, pelaksana lapangan PT Royal Phinisi mengatakan, ekspor perdana kerang darah kepada pembeli atau importir di Thailand dilakukan pada 29 Mei 2024 lalu. 

Menurutnya peluang bisnis ekspor kerang sangat menjanjikan, pasalnya kualitas kerang dari Labuan Bajo bagus, dan diminati negara luar. 

"Kerang kita ini bagus kualitasnya, Thailand suka," kata Ardiansyah, Kamis 6 Juni 2024.

Ia menambahkan, kerang darah itu dibeli dari masyarakat di Terang, Kecamatan Boleng, dengan harga Rp5 ribu per kilogram. Dalam sehari mereka bisa mengumpulkan sebanyak 500 kilogram hingga 1 ton kerang darah untuk diekspor. 

Ardiansyah mengaku, kehadiran mereka membeli kerang dara dalam jumlah banyak turut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di sana. 

"Semenjak kita masuk untuk beli kerang di sana, penghasilan masyarakat khususnya nelayan meningkat, karena di Labuan Bajo untuk pembelian paket banyak begini belum ada. Nelayan tiap hari kita minta mereka untuk cari kerang," ujarnya. 

Kerang darah Labuan Bajo tak hanya disukai Thailand, Ardiansyah menyebut Malaysia, Singapura dan Vietnam juga berminat. Hanya saja ekspor ke tiga negara itu belum bisa dilakukan karena terkendala perizinan. 

"Sekarang kami masih fokus dulu ke Thailand karena permintaan dari sana banyak," katanya. 

Baca juga: Labuan Bajo Akan Miliki 2 TPI Baru di Rangko dan Warloka Pesisir

Saat ini, kata Ardiansyah, permintaan kerang dari Thailand mencapai 20 ton dalam sehari, tapi Ardiansyah baru bisa mengekspor 1,5 ton per hari, disesuaikan dengan hasil tangkapan masyarakat. Ia menegaskan, kualitas kerang darah yang diekspor telah melalui uji laboratorium oleh pihak karantina setempat.

"Dari Thailand minta 20 ton per hari, kami hanya bisa sanggupi 1,5 ton, kadang juga 500 kilogram, ya tergantung sama hasil tangkapan masyarakat, kalau dapat kita ekspor kalau tidak dapat ya tidak ekspor," ungkapnya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda mengungkapkan, sejak 29 Mei hingga hari ini 4 Juni 2024 sudah dilakukan tujuh kali ekspor kerang darah dari Labuan Bajo ke Thailand

Fatinci bilang, peluang bisnis ekspor kerang sangat menjanjikan mengingat potensi kerang di Labuan Bajo sangat besar.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama stakeholder terkait akan terus mendorong kegiatan ekspor produk perikanan dari Labuan Bajo, sebagai langkah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan di daerah itu. 

Untuk diketahui, kerang darah menjadi komoditas perikanan ketiga dari Labuan Bajo yang diekspor ke luar negeri. Sebelumnya ikan kerapu dan kakap merah diekspor ke Malaysia dan Singapura. 

Berdasarkan data yang diterima, periode Januari-Mei 2024 sudah 5.543 kilogram ikan diekspor ke dua negara itu. Nilai ekspor tiga komoditas itu mencapai Rp 700 juta lebih. (uka) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved