Kamis, 9 April 2026

Berita Manggarai Barat

Labuan Bajo Akan Miliki 2 TPI Baru di Rangko dan Warloka Pesisir

Menurut Fatinci, selain karena bangunan TPI lama dianggap tak layak untuk dijadikan tempat usaha maupun wisata, letak bangunan yang berada di tengah

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kampung Ujung Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Selasa 4 Juni 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berpindah lokasi dalam waktu dekat. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda mengatakan, TPI yang lebih modern dan bersih akan dibangun di dua lokasi, yakni Rangko dan Warloka Pesisir.

Menurut Fatinci, selain karena bangunan TPI lama dianggap tak layak untuk dijadikan tempat usaha maupun wisata, letak bangunan yang berada di tengah kota Labuan Bajo menjadi salah satu pertimbangan pemindahan. 

"TPI yang sekarang itu sudah terlalu dalam kota sekali terganggu dengan perkembangan kota jadi harus geser, nah lokasinya itu di Rangko sama di Warloka pesisir supaya nelayan-nelayan yang menangkap ikan di bagian utara menuju ke Warloka Pesisir, dan bagian Selatan itu semuanya ke Rangko," jelas Fatinci, Selasa 4 Juni 2024.

Fatinci menambahkan, untuk TPI di Warloka pesisir akan dibangun mulai tahun ini menggunakan anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Kalamo. 

Kalamo merupakan upaya pemerintah untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern dilengkapi dengan sejumlah fasilitas perikanan modern yang dapat meningkatkan produktivitas, kompetensi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. 

"Yang Warloka Pesisir itu anggarannya sudah ada dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang program Kalamo, nanti namanya bukan TPI tetapi hanya selter TPI. Kalau kita menggunakan TPI itu proses izinnya lama baru bisa membangun lagi di Warloka Pesisir," jelasnya.

"Juni ini kemungkinan kita sudah mulai pelaksanaan (pembangunan) karena di pusat sudah mulai penunjukkan siapa pelaksananya," tambahnya.

Sementara untuk TPI Rangko, lanjut Fatinci, sedang dalam tahap survei lokasi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, meski begitu pihaknya sudah mengirimkan proposal ke KKP untuk ditindaklanjuti. 

Baca juga: Anggaran Pilkada Manggarai Barat Rp 41 Miliar, Baru Cair 50 Persen

"Gambar desain semua sudah ada dan dalam bentuk proposal kita sudah kirimkan juga ke KKP karena mereka yang punya tupoksi untuk membangun TPI. Di sana juga mudah-mudahan ada anggarannya. Sambil juga Pemda menyiapkan konsep kalau misalkan bisa di berikan juga dari dana pemda," ungkapnya. 

"Prinsipnya tempatnya memang sudah di survei, disiapkan, didesain, berapa kebutuhan biaya itu semua sudah ada, proposal (ke KKP) untuk menambahkan anggaran saja begitu," tambahnya. 

Menurutnya, dengan kehadiran dua TPI itu akan mengurangi biaya operasional nelayan, pasalnya lokasi distribusi ikan akan lebih dekat dengan wilayah tangkapan, nelayan tak perlu jauh-jauh ke Labuan Bajo.

Nelayan selama ini mengeluarkan biaya operasional yang cukup besar untuk mendistribusikan hasil tangkapan mereka ke TPI di Labuan Bajo.

"Nelayan kita ini selama ini buang banyak bahan bakar, kalau di TPI baru ini lokasinya lebih dekat ke wilayah tangkapan. Ke Warloka pesisir atau nelayan di Bari dan Boleng kan lebih dekat dengan Rangko. Itu salah satu upaya untuk meringankan beban nelayan, juga untuk menjaga kebersihan di dalam kota Labuan Bajo," tandasnya. (uka) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved