Senin, 11 Mei 2026

Berita Lembata

Dua Sampel Babi Asal Lembata Positif Virus ASF, Ratusan Ekor Sudah Mati

Hasil ini diperoleh setelah sebelumnya mengirimkan sejumlah sampel berupa darah dan organ babi ke Laboratorium Veteriner Denpasar, Bali.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Ternak babi milik salah satu warga Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin, 27 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, NTT, mengkonfirmasi dua sampel babi positif virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Hasil ini diperoleh setelah sebelumnya mengirimkan sejumlah sampel berupa darah dan organ babi ke Laboratorium Veteriner Denpasar, Bali.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Theresia Making, melarang siapa siapa untuk tidak mengirim babi antar wilayah ataupun mengedarkan daging secara bebas guna mencegah penularan virus tersebut.

Dia menyebutkan, angka kematian babi di Lembata sudah cukup tinggi. Sejak Mei 2024, sebanyak 239 ekor babi mati dan dua di antaranya terkonfirmasi positif ASF.

Kejadian ternak babi yang mati terbanyak ada di Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan sekaligus Ibu Kota Kabupaten Lembata.

Pencegahan dengan melarang lalu lintas pengiriman ternak babi antar kecamatan dan desa perlu dilakukan karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin yang bisa mengatasi virus babi Afrika ini.

"Larangan ini bukan hanya berlaku bagi ternak babi yang masih hidup tetapi juga produk olahan dengan bahan dasar daging babi," ujar Theresia.

Baca juga: Plan Indonesia Nilai Pemkab Lembata Belum Bisa Edukasi Rabies, Karhutla dan ASF

Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan mobil pengumuman dari Dinas Kominfo Kabupaten Lembata yang berkeliling dari desa ke desa.

Pemerintah daerah juga melarang warga memotong babi yang sudah sakit atau mati dan dagingnya dijual atau dibagi-bagikan.

"Ternak babi yang sudah mati sebaiknya dikubur secara mandiri," Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata Gregorius Dengakae menambahkan.

Dia mengungkapkan pentingnya biosekuriti kandang dan disinfeksi milik warga yang beternak babi dan memperhatikan higienitas pakan ternak. Pastikan, kata dia, pakan ternak sehat dan bebas dari virus ASF. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved