Volume Impor Bisa Bertambah karena Produksi Beras Tahun Ini Menurun

Menurutnya, penurunan produksi ini bisa berdampak pada penambahan volume impor yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Petugas membongkar beras Bulog impor asal Vietnam beberapa waktu lalu di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT. 

"Dengan kerja sama yang baik, kita dapat memastikan ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi seluruh masyarakat Indonesia," urainya.

Adapun besaran relaksasi HET beras sesuai wilayah secara rinci sebagai berikut: Untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan; HET beras premium yang sebelumnya seharga Rp 13.900 per kg menjadi Rp 14.900 per kg; sedangkan untuk beras medium yang sebelumnya seharga Rp 10.900 per kg menjadi Rp 12.500 per kg.

Untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bangka Belitung ; HET beras premium yang sebelumnya seharga Rp 14.400 per kg menjadi Rp 15.400 per kg; sedangkan untuk beras medium yang semula berharga Rp 11.500 per kg menjadi Rp 13.100 per kg.

Untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi; HET beras premium yang mulanya seharga Rp 13.900 per kg menjadi Rp 14.900 per kg; sedangkan untuk beras medium, mulanya seharga Rp 10.900 per kg menjadi Rp 12.500 per kg.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan; HET beras premium yang mulanya seharga Rp 14.400 per kg menjadi Rp 15.400 per kg; dan beras medium yang sebelumnya Rp 11.500 per kg menjadi Rp 13.100 per kg.

Untuk wilayah Maluku dan Papua; HET beras premium yang berawal Rp 14.800 per kg menjadi Rp 15.800 per kg; dan beras premium yang semulanya Rp 11.800 per kg menjadi Rp 13.500 per kg. (*)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved