Jumat, 29 Mei 2026

Berita NTT

Alumni Program Inspirasi Pemerintah Indonesia-Selandia Baru Adakan Jejaring Alumni di Kupang 

NGO dan pemerintah tambah Yusran, berjalan bersama dan saling bekerjasama mendukung pembangunan.

Tayang:
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
Alumni Program Indonesia-Selandia Baru untuk Generasi Muda Inspiratif (INSPIRASI) pose bersama penyelenggara dan sponsor. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Alumni Program Indonesia-Selandia Baru untuk Generasi Muda Inspiratif (INSPIRASI) atau Indonesia Young Leaders Programme (IYLP), mengadakan temu alumnui di Kupang yang berlangsung sejak tanggal 31 Mei - 2 Juni 2024 bertempat di Sotis Hotel Kupang.

Program INSPIRASI ini adalah program kepemimpinan yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan dikelola oleh UnionAID, dengan dukungan dana dari New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT). 

Dalam mengelola program ini, UnionAID bekerja sama dengan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) sebagai mitra lokal di Indonesia dan Auckland University of Technology (AUT) di Selandia Baru

Analis Kebijakan Ahli Utama, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, Imam Gunawan menyampaikan program ini untuk membantu para pemimpin muda dari NGO/CSO di Indonesia bagian tengah hingga ke timur untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri sehingga mereka dapat menjadi pemimpin dalam pembangunan berkelanjutan di masyarakat dan wilayah Indonesia Timur yang lebih luas.

Baca juga: PT Flobamor Berhenti Beroperasi di Taman Nasional Komodo Labuan Bajo NTT

“Alumni program ini memanikan peran yang penting disektor non goverment. Pemerintah memiliki keterbatasan dari segi dana dan sumber daya untuk pembinaan berkelanjuta yang menjangkau hingga ke akar rumput. Sektor non goverment seperti NGO ini, dengan fleksibilats yang mereka punya bisa memainkan perannya melalui komunitas atau atau kelompom NGO mereka masing-masing. Mereka mengisi hal yang tidak bisa dijangkau oleh pemerintah,” ujarnya Jumat, 31 Mei 2024.

Imam berharap kerjasama ini tidak hanya untuk satu program, namun berkembang ke program lainnya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada yayasa BakTi yang selalu memberikan dukungan dan mendampingi pemimpin muda, secara berkelanjutan.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi untuk pemerintah Selandia Baru dan yang tidak kalah pentingnya adalah teman-teman BakTi yang telah mengawal kegiatan ini sehingga alumni senantiasa berjalan pada tracknya,” ucap Imam.

Programm Development Kedutaan New Zealand - Indonesia, Mike Ingriani menuturkan program inu telah berjalan sejak tahun 2018. Sejak kegiatan dibentuk, pemerintah Indonesia dan Selandia Baru berkolaborasi menyusun konsep yang berkelanjuta.

“Kegiatan ini terbentuk sejak tahun 2018. Saat kegiatan ini dibentuk, memang didesain dan didiskusikan dengan pemerintah Selandi Baru. Sejak awal semua konsepnya dibangun dengan kolaborasi daan konsultasi, yang mendalam baik dengan pemerintah Selandia Baru, pemerintah Indonesia, yayasan BakTi, UnionAID dan Auckland University of Technology. Program ini bertujuan untuk pengembangan kapasitas pemuda di kawasan Indonesia tengah dan timur mulai dari Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Fokus daerah ini merupakan mandat dari pemerintah Indonesia,” tutur Mike.

Direktur Eksekutif Yayasan BakTi, Yusran Laitupa mengatakan ada pengalaman belasan tahun dunia development, bekerja dengan pola yang sama ternyata perubahannya sangat lambat. Adanya terobosan program ini membangun young leaders menjadi penggerak utama.

“Seperti yang sudah dijelaskan oleh Pak Imam bahwa ada keterbatasan waktu dan sumber daya dari pemerintah, untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Pemimpin muda ini punya organisasi dan kumintaa masing-masing untuk membuat perubahan berkelanjutab secara intens. Peningkatan kapasitss ini, seperti booster baru di komunitas untuk menghubungkan hingga ke akar, jelasnya.

NGO dan pemerintah tambah Yusran, berjalan bersama dan saling bekerjasama mendukung pembangunan.

“Keterhubungan alumni dari region yang berbeda, adalah kekuatan mereka,” kata Yusran.

Sementara itu Manager Programm INSPIRASI-New Zealand, Christina Marcham mengucapkan terima kasih dana apresiasi kepada pemerintah Indonesia, karena telah menghadirkan alumni INSPIRASI dari berbagai region di Kupang. Dia berharap kerjasama kedua negara ini terus berlanjut dan menghasilkan pemimpin muda yang berkontribusi bagi pembangunan di Indonesia.

Program INSPIRASI dimulai sejak tahun 2018 dan saat ini sudah memasuki tahun ke-6 dengan total alumni berjumlah 58 orang termasuk angkatan 2024, yang saat ini masih menjalankan program pembelajaran secara online dan akan berangkat ke Selandia Baru pada bulan September 2024.

Jejaring antar alumni di NTT ini mengusung tema learning from local context, untuk memberikan gambaran bagaimana peran pengetahuan dan masyarakat lokal dalam pembangunan di Provinsi NTT. (cr19).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved