Berita Timor Tengah Utara
Warga Bikomi Utara dan Bikomi Tengah Timor Tengah Utara Perbaikan Jalan di Bulan Bakti Gotong Royong
Jalannya kalau musim panas walaupun berlubang-lubang tetapi kita masih bisa lewat. Kalau musim hujan kita setengah mati melintas,
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Camat Bikomi Tengah, Markus Nesse, S. Ip dan Camat Bikomi Utara menginisiasi pelaksanaan perbaikan jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Bikomi Utara dan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perbaikan jalan alternatif tersebut juga merupakan bagian dari realisasi Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) kecamatan setempat.
Kegiatan perbaikan jalan desa yang menghubungkan Desa Baas Kecamatan Bikomi Utara dan Desa Oelbonak, Kecamatan Bikomi Tengah ini berlangsung pada, Selasa, 28 Mei 2024. Perbaikan jalan dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong ini dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat 5 desa yakni Desa Sono, Desa Buk, Desa Oelbonak, Desa Baas, dan Desa Haumeni.
Saat diwawancarai, Camat Bikomi Tengah, Markus Nesse, S. Ip mengatakan, perbaikan jalan itu berupa penimbunan jalan yang menghubungkan Desa Oelbonak, Kecamatan Bikomi Tengah dan Desa Baas, Kecamatan Bikomi Utara.
Menurutnya, akses jalan itu merupakan jalan alternatif yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat 5 desa maupun warga wilayah lain yang melintasi wilayah tersebut. Apabila tidak diperbaiki maka, masyarakat 5 desa ini akan kesulitan bepergian melintas titik tersebut.
Baca juga: Harga Beras di Timor Tengah Utara Perlahan Turun
Ia menuturkan, pelaksanaan perbaikan jalan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Pelaksanaan perbaikan jalan ini juga merupakan bagian dari
Pemerintah Kecamatan Bikomi Tengah, kata Markus, sangat bangga dengan antusiasme masyarakat dari 5 desa untuk memperbaiki jalan itu.
"Karena itu merupakan jalan sumbu utama bagi lima desa ini," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Warga Desa Buk bernama Klemens Mano mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur utama bagi masyarakat 5 desa tersebut.
Warga setempat akan sangat kesulitan melintasi jalan itu apabila musim hujan tiba. Oleh karena itu, langkah yang ditempuh pemerintah dua kecamatan ini merupakan sesuatu yang luar biasa.
"Jalannya kalau musim panas walaupun berlubang-lubang tetapi kita masih bisa lewat. Kalau musim hujan kita setengah mati melintas," ujarnya.
Kendaraan roda dua dan roda empat, lanjut Klemens, akan kesulitan melintasi ruas jalan tersebut. Karena ruas jalan ini sangat licin dan berlumpur. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.