Rabu, 6 Mei 2026

TNI

TNI AU dan Airbus Bahas Kerja Sama Alutsista, Akan Manfaatkan Teknologi Baru

Tonny menyambut baik pembahasan tersebut lantaran Airbus dan TNI AU memiliki rekam jejak yang baik dalam bekerja di bidang pengadaan alutsista.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
ANTARA FOTO
Pertemuan pembahasan Kerjasama TNI AU dan Airbus. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Udara dan Airbus membahas kerja sama bidang alat utama sistem senjata (alutsista). Pembahasan kerjasama dilakukan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dan Vincent Dubrule selaku Head of Region for Airbus Helicopters.

Pembahasan kerjasama itu dilakukan di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (22/5).

Dalam siaran pers resmi TNI AU yang dilansir dari Antara, menyebut pertemuan antara Tonny dan Vincent membahas beberapa hal, khususnya soal teknologi baru yang dimiliki oleh perusahaan asal Eropa itu.

Baca juga: Sepekan TNI AL dan Angkatan Laut India Gelar Patroli Bersama Cegah Perompakan dan Penyelundupan

Tonny menyambut baik pembahasan tersebut lantaran Airbus dan TNI AU memiliki rekam jejak yang baik dalam bekerja di bidang pengadaan alutsista.

Pertemuan yang hangat itu pun berjalan dengan kondusif. Selepas pertemuan, jajaran Airbus menerima cenderamata dari Tonny sebagai kenang-kenangan.

Sebelumnya, dalam pertemuan tersebut turut hadir Head of Region for Airbus Defense & Space Zakir Hamid, Airbus Indonesia Chief Representative Dani Adriananta.

Tonny juga tengah giat menjalin kerja sama di bidang penguatan pertahanan udara oleh beberapa negara salah satunya Prancis.

Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima Jumat (19/4), dijelaskan bahwa kerja sama ini disepakati oleh Air Staf Talk TNI AU dan French Air and Space Foreca (FASF) dalam sebuah forum yang berlangsung di Yogyakarta, Kamis (18/4).

Delegasi TNI AU yakni Wakil Asisten Operasi (Waasops) KSAU Marsma TNI Untung Suropati menjelaskan kerja sama yang dilakukan yakni di bidang latihan, pendidikan, Subject Matter Exchange Expert (SMEE) dan operasi penerbangan.

Delegasi FASF Brigadir Jendral Hugues Pichevin pun menyambut baik skema kerja sama militer tersebut. Dengan adanya program latihan gabungan ini, kedua negara berkesempatan untuk saling bertukar personel, instruktur dan materi pendidikan.

Tidak hanya itu, latihan ini juga memfasilitasi kedua negara untuk saling bertukar tenaga ahli atau spesial dalam bidang taktik dan alutsista.

Selain itu, latihan ini juga memungkinkan kedua negara saling bertukar pengalaman dan teknik operasi penerbangan dalam menjaga teritorial negara. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved