Berita NTT

Wakili Penjabat Gubernur NTT, Stef Surat Minta Kaum Bapak GMIT Jadi Teladan

Dia juga mengutip pesan Penjabat Gubernur NTT saat hadir dalam penutupan sidang Sinode GMIT di Sabu Raijua beberapa waktu lalu.

|
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ROSALIA ANDRELA
Suasana pawai bulan budaya yang diinisiasi oleh kaum bapak Sinode GMIT, Kamis 23 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pelaksana tugas (Plt) Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah NTT, Stef Surat mewakili Penjabat Gubernur NTT Ayodhia GL Kalake dalam pembukaan pawai bulan budaya yang diinisiasi oleh kaum bapak Sinode GMIT

“Saya pribadi sebagai seorang bapak dan ayah, menitipkan pesan sesuai dengan tema roh kudus memampukan bersaksi tentang keadilan dan damai sejahtera. Adil dulu baru bisa sejahtera, kita tidak bisa sejahtera tanpa keadilan. Saya hanya pesan satu hal sebagai seorang ayah yang juga nasrani, bahwa kita sering membaca firman yang bunyinya seperti bapa mengasihi anaknya demikianlah Tuhan mengasihi kita,” ujarnya Kamis, 23 Mei 2024 di halaman GMIT Centre.

Stef surat mengaku tertegun dengan firman tersebut.

“Saya tertegun dengan firman itu. Ketika kita berbicara tetapi tidak melakukan, maka kita sedang menghadirkan Allah yang murka di dalam keluarga kita. Perbuatan kita akan menjadi teladan atau contoh bagi orang lain. Jangan sampai kita berbicara lain dan berbuat lain. Apa yang kita lakukan ini untuk kemuliaan nama Tuhan,” kata Stef.

Dia juga mengutip pesan Penjabat Gubernur NTT saat hadir dalam penutupan sidang Sinode GMIT di Sabu Raijua beberapa waktu lalu.

Pesan itu, yakni agar sinergi terus dibangun untuk memajukan percepatan pembangunan di NTT.

“Pentingnya semua stakeholder termasuk sinode dalam upaya percepatan pembangunan di provinsi NTT. Kita tahu bahwa provinsi kita merupakan provinsi termiskin ke 3 di Indonesia. Ini tentu bukan sesuatu yang membanggakan. Tetapi kita punya potensi perekonomian yang sangat besar di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, yang mana harus dikelola bersama dan membutuhkan peran semua stakeholder untuk percepatan pembangunan,” pungkas Stef. (cr19)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved