Haji 2024

Kemenag Pastikan Jemaah Haji yang Meninggal di Madinah Dapat Asuransi

Ketiga anggota jemaah haji yang meninggal tersebut adalah atas nama Yusman Irawan (64), Nurseha (52), dan satu anggota jemaah lain yang belum terinfo.

Editor: Agustinus Sape
DOKUMENTASI TIM MEDIA CENTER HAJI
Jenazah Suharja Wardi Ardi, anggota jemaah haji Indonesia yang hilang sejak wukuf di Arafah, Mekkah, Arab Saudi, pada 27 Juni 2023, dikebumikan di pemakaman Syaraya, Mekkah, Selasa (18/7/2023). Suharja ditemukan wafat di ruang jenazah RS Mu'aisyim, Mina, Mekkah, Arab Saudi. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kementerian Agama mengumumkan ada tiga anggota jemaah haji asal Indonesia yang meninggal saat berada di Madinah, Arab Saudi, sejak hari pertama hingga kelima pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci. Ketiganya dipastikan akan dibadalhajikan atau digantikan dan mendapatkan asuransi.

Ketiga anggota jemaah haji yang meninggal tersebut adalah atas nama Yusman Irawan (64), Nurseha (52), dan satu anggota jemaah lain yang belum terinfo. Mereka akan dibadalhajikan yang berarti seseorang yang berniat haji tetapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain.

”Satu anggota jemaah haji yang meninggal di Madinah pada hari Rabu, 15 Mei 2024, atas nama Yusman Irawan asal kloter dua embarkasi Palembang. Dengan demikian, jumlah jemaah haji yang meninggal di Madinah secara keseluruhan sebanyak 3 orang,” kata Tim Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Badal haji merupakan program yang disiapkan bagi jemaah tanpa dipungut biaya alias gratis. Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi jemaah yang akan dibadalhajikan, yakni jemaah yang wafat di asrama haji embarkasi atau embarkasi, termasuk jemaah yang wafat saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi atau di Arab Saudi sebelum wukuf Arafah; jemaah haji yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan; dan jemaah yang mengalami gangguan jiwa.

Widi menjelaskan, ada dua jenis asuransi yang disediakan, yaitu asuransi jiwa dan kecelakaan. Jemaah wafat diberikan asuransi sebesar minimal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi.

”Sementara jemaah kecelakaan yang mengalami cacat tetap diberikan santunan dengan besaran yang bervariasi dari 2,5 persen sampai 100 persen Bipih per embarkasi,” tuturnya.

Asuransi ini sudah diberikan kepada setiap jemaah haji sejak jemaah masuk asrama, waktu pemberangkatan, dan ketika masih di asrama setelah pemulangan. Pengurusan asuransi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Dan Umrah lalu ditransfer ke rekening jemaah oleh pihak perusahaan asuransi.
”Asuransi menanggung sejak jemaah masuk asrama embarkasi haji sampai jemaah pulang kembali ke debarkasi haji,” ujarnya.

Pemerintah kembali mengimbau jemaah haji untuk mempersiapkan diri dengan baik, khususnya persiapan fisik selain mental. Mereka perlu membatasi aktivitas fisik yang menguras energi, bahkan sejak menjelang keberangkatan.

Selama di Tanah Suci, jemaah juga jangan sungkan untuk meminta bantuan petugas selama di asrama haji, dalam penerbangan, hingga di Tanah Suci. Petugas haji Indonesia siap siaga membantu dan melayani jemaah haji.

Baca juga: Berita Viral 1880 Jemaah Haji Lamongan Diberangkatkan Dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya Jawa Timur

Hingga hari kelima operasional pemberangkatan haji ini, Kamis, (16/5/2024) pukul 01.00 WIB, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat jumlah jemaah yang sudah tiba di Madinah berjumlah 26.477 orang. Mereka diberangkatkan dalam 67 kelompok terbang (kloter) yang mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Kloter jemaah yang keberangkatannya sempat tertunda karena pesawat Garuda Indonesia mengalami kerusakan mesin pun sudah diberangkatkan ke Madinah dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 15 Mei 2024 pukul 22.05 Wita. Kloter yang berisi 450 orang itu tiba pada 03.51 Waktu Arab Saudi.

”Garuda Indonesia sudah menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini kepada jamaah dan Kementerian Agama. Kami menghargai permintaan maaf yang disampaikan,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie, Kamis (16/5/2024).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya meminta maaf atas insiden yang memaksa pesawat Boeing 747-400 ini terpaksa kembali mendarat (return to base) di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Menurut dia, tindakan itu diambil untuk memitigasi risiko.

”Keputusan RTB tersebut diambil oleh pilot in command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas, dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine,” kata Irfan.

(kompas.id)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved