Ibadah Haji 2024
Jemaah Haji Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci
Jemaah haji Indonesia diingatkan agar tidak melakukan pelanggaran selama di Arab Saudi.
POS-KUPANG.COM, MADINAH - Jemaah Haji Indonesia diingatkan agar tidak melakukan pelanggaran selama di Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi sudah menerbitkan sejumlah peraturan yang harus menjadi perhatian Jemaah Haji Indonesia saat berada di Kawasan Masjid Nabawi Madinah maupun Masjidil Haram Makkah.
Di antaranya jemaah dilarang membentangkan spanduk dan bendera di Tanah Suci.
Anggota Tim Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan selama berada di Tanah Suci jemaah haji agar mengindahkan ketentuan dan larangan yang ditetapkan pihak otoritas setempat. Hal itu terutama di seputar kawasan Masjid Nabawi.
Widi menjelaskan, jemaah haji misalnya dilarang membentangkan spanduk, barang, atau bendera yang menunjukkan identitas personal atau kelompok tertentu di dalam maupun di luar kompleks masjid.
“Otoritas Saudi melarang keras pengibaran spanduk, bendera penanda-penanda tersebut, termasuk membentangkan bendera Merah Putih sekalipun,” terang Widi Dwinanda di Madinah, Jumat (17/5)
Selain larangan membentangkan spanduk di Kawasan Masjid Nabawi, Widi menyampaikan, jemaah juga dilarang merokok di kawasan masjid dan tempat tertentu yang ditetapkan otoritas setempat.
Baca juga: Daftar Tunggu Jemaah Haji Hingga 24 Tahun, Simak Penjelasan Kanwil Kemenag NTT
“Merokok di area terlarang bisa menjadi masalah serius bagi jemaah di antaranya akan dikenakan denda cukup besar oleh pihak berwenang,” tegas Widi.
Jemaah haji juga diingatkan untuk tidak berkerumun lebih dari lima orang di areal Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. “Askar masjid tidak segan membubarkan kerumunan tersebut karena berpotensi mengganggu pergerakan jemaah lainnya.
Saudi menerapkan aturan ketat bagi jemaah yang ketahuan berkerumun lima orang atau lebih dalam jangka waktu lama,” sebutnya. “Kepada ketua kloter, perangkat kloter serta para Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar terus memberikan edukasi kepada jemaahnya perihal ketentuan-ketentuan yang ditetapkan otoritas Pemerintah Saudi,” lanjutnya.
Menjelang keberangkatan ke Kota Makkah untuk umrah wajib, jemaah haji juga diimbau mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan, memperhatikan asupan makanan dan gizi yang cukup. “Prioritaskan ibadah wajib dan membatasi ibadah sunnah yang akan menguras ketahanan fisik,” imbaunya.
Pemerintah, ujar Widi, kembali mengingatkan jemaah haji bila ingin beribadah di Masjid Nabawi untuk tetap memperhatikan hal-hal berikut, yaitu mencatat nama dan nomor hotel, memberi tahu dan mencatat nomor kontak Petugas Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) di hotel, dan tetap mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah.
“Jangan tukar menukar gelang dengan jemaah lainnya, dan pergi dan pulang secara berkelompok,” ucapnya.
Operasional pemberangkatan jemaah haji 1445 H/2024 M sudah memasuki hari keenam. Hingga saat ini, lebih 34 ribu jemaah telah tiba di Madinah Al-Munawwarah. Mereka terbagi dalam 87 kelompok terbang. Kemarin terdapat 18 kelompok terbang (kloter), dengan 6.931 jemaah yang diterbangkan ke Madinah.
Baca juga: 61 Jamaah Calon Haji Asal Sikka Siap Diberangkatkan
Jemaah yang saat ini berada di Madinah rencananya akan mulai bergerak menuju Makkah pada Senin (20/5) pekan depan. "Berdasarkan jadwal, jamaah akan mulai masuk Makkah pada 20 Mei 2024 malam," tutur Kepala Daker Makkah, Khalilurahman.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.