Berita Timor Tengah Utara
IRT Asal Jakarta Bantu Material Bangunan dan Uang Tunai ke Korban Kebakaran di Timor Tengah Utara
dirinya menerima uang tunai sebesar Rp. 2.400.000 dengan bahan bangunan seperti seng 25 lembar, dan semen 20 sak.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Jakarta bernama Umi menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, Hendrika Eno.
Bantuan tersebut berupa bahan bangunan dan uang tunai untuk pembangunan kembali rumah milik Hendrika Eno.
Bantuan tersebut telah diserahkan langsung kepada korban kebakaran disaksikan langsung oleh keluarga dan anak-anaknya, Selasa, 14 Mei 2024.
Sejumlah bantuan ini disalurkan Ibu Umi setelah yang bersangkutan menonton berita di televisi tentang insiden kebakaran yang menimpa Ibu Hendrika Eno dan keluarganya pada, Senin, 15 April 2024 lalu.
Baca juga: Kadis Kesehatan Ungkap Peta Sebaran Kasus DBD di Timor Tengah Utara
Saat ini, Hendrika Eno beserta anak-anak dan cucu-cucunya membangun bangunan sederhana tepat di belakang lokasi rumah yang dilanda bencana kebakaran tersebut. Mereka mendiami bangunan sederhana ini untuk sementara waktu.
Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis, 16 Mei 2024, Hendrika Eno menyampaikan terima kasih kepada Ibu Umi yang telah rela memberikan bantuan dengan sepenuh hati.
Menurutnya bantuan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan keluarga mereka. Pasalnya, rumah dan semua harta benda mereka ludes dilalap api.
Dikatakan Hendrika, dirinya menerima uang tunai sebesar Rp. 2.400.000 dengan bahan bangunan seperti seng 25 lembar, dan semen 20 sak.
"Saya dan keluarga sampaikan terima kasih karena sudah bantu saya," ujarnya dengan nada getir.
Hendrika mengakui bahwa, selama ini dirinya belum bisa membangun rumah karena kekurangan bahan bangunan. Melalui bantuan yang sangat berharga ini dia bisa mulai membangun rumah.
Ia berharap, Ibu Umi dan keluarganya dianugerahkan berkat, perlindungan dan kesehatan serta rejeki berlimpah dari Tuhan Yang Mahakuasa.
Sebelumnya diberitakan, rumah seorang pengrajin tenun asal Desa Letmafo Timur, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur bernama Hendrika Eno dilanda bencana kebakaran.
Hendrika Eno menjelaskan, sekira pukul 07.00 Wita dirinya sementara menyapu kotoran di belakang dapur yang berjarak kurang lebih 10 m dari rumah korban.
Tiba-tiba Hendrika mendengar teriakan dari tetangganya bernama Urbanus Bana (33). Hendrika kemudian bergegas ke rumahnya dan menyaksikan kobaran api telah menyebar ke ruang tamu dan kamar depan rumahnya.
Selanjutnya korban bersama sama saksi, keluarga, tetangga dan pemerintah desa berusaha memadamkan api dengan air dan alat seadanya.
"Api menyebar cepat sekali," ucapnya.
Ia menjelaskan, sekitar 30 menit kemudian api telah menghanguskan bangunan dan isi rumah tanpa tersisa.
Sementara itu, tetangga korban, Urbanus Bana (33) menjelaskan, sebelum insiden itu terjadi, dirinya dan beberapa keluarga korban sedang berada di lopo (rumah bulat) di sebelah timur rumah korban.
Saat itu, Urbanus melihat ada kobaran api dari bagian depan, tepat pada meteran listrik rumah korban. Sontak Urbanus langsung berteriak memanggil korban dan bersama korban dan beberapa keluarga berusaha mengambil air menggunakan ember dan memadamkan api.
Namun, api cepat menjalar ke seluruh sisi bangunan dan isi rumah serta dapur. Bahwa sekitar 30 menit api telah menghanguskan segala bangunan dan isi rumah korban.
Kapolsek Insana, Iptu Yohanes Bara Puka menjelaskan, taksasi kerugian yang dialami Hendrika Eno dan keluarganya pasca insiden kebakaran tersebut mencakup ratusan juta rupiah.
Ia menuturkan, barang-barang milik korban yang terbakar yakni dua unit televisi dan receiver diperkirakan Rp. 4.000.000, ada tu set kursi sofa Rp. 2.000.000, lima buah lemari berisi pakaian Rp. 5.000.000, kain sarung adat dan selendang Rp. 50.000.000, barang-barang dapur pecah belah Rp. 5.000.000, dua buah tempat tidur dan Spon Rp. 6.000.000, 1 Meteran listrik dan instalasi Rp. 1.500.000, surat - surat berharga berupa Ijazah SD - SMA, KTP, KK, Akta Nikah, BPJS, 10 buah kursi plastik, 2 buah meja kayu, 4 buah kursi kayu, 4 buah Meja diperkirakan mencapai Rp. 2.500.000.
Selain itu, perhiasan emas yang diperkirakan senilai Rp. 2.000.000, unit bangunan rumah berdinding bebak berukuran 6×7 meter Rp. 20.000.000, Hasil kebun Jagung, padi dan beras Rp. 5.000.000, satu 1 unit bangunan dapur tungku Rp. 1.000.000, dan Uang tunai sejumlah Rp. 4.500.000 ludes dibakar api. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.