Rabu, 8 April 2026

UKAW Kupang

Pdt. Emeritus Ira Batubara Wonlele: Banyak Orang Punya Rumah, Tetapi Sedikit yang Jadi “Home”.

mereka yang bersyukur baik secara individu maupun komunal merasakan lebih banyak harapan, kepuasan yang lebih tinggi,

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Foto Bersama Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel Pandie, S.Th (urutan ketiga dari kanan)Bersama istri Pdt. Grace Pandie Sjion (nomor dua dari kanan) di Pastori Ketua Sinode GMIT, Jumat, 10 Mei 2024. 

POS-KUPANG.COM - Pdt. Emeritus Ira Batubara Wonlele, M.Th mengatakan bahwa banyak orang mempunyai rumah, tetapi hanya sedikit orang yang menjadikan rumahnya sebaga “home” bagi penghuninya.

Hal itu dikatakan oleh Pendeta Ira pada acara Ibadah Syukur Renovasi Pastori Ketua Sinode GMIT pada hari Jumat, tanggal 10 Mei 2024  bertempat di Pastori Ketua Sinode GMIT.

Acara Ibadah Syukur Renovasi Rumah Pastori Ketua Sinode GMIT juga dirangkai dengan ibadah Syukur Ulang Tahun Ketua Sinode GMIT, Pdt. Sem Pandie, S.Th(46 tahun) dan Sekertaris Sinode GMIT, Pdt. Abdy Lay K. Weny, M.Si (42 tahun), juga Hari Ulang Tahun Perkawinan dari Pdt. Semuel Pandie, S.Th dan Pdt. Grace Pandie Sjion, S.Th.

Menurut Pendeta Ira, rumah hendaknya bukan sekedar sebuah bangunan, tetapi hendaknya menjadi home bagi para penghuninya.

Baca juga: Gebrakan Rektor UKAW Kupang: Tambah 4 Program Studi Termasuk Cyber, Terima 2.000 Mahasiswa Baru

“Kita hendaknya menjadikan rumah kita menjadi sebuah “home”, yakni sebuah rumah yang membawa sukacita dan damai Sejahtera bagi keluarga atau siapapun yang datang berkunjung. Banyak orang memang punya rumah, tetapi belum tentu mereka mempunyai“home” yang membuat semua orang yang ada di dalamnya benar-benar merasa “at home”, ujar Pdt. Ira yang merupakan alumi Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana Ini.

Sementara itu menurut Pdt. Abdi Lay K. Weni, M.Si, Sekertaris Majelis Sinode GMIT  Periode 2023-2027 yang mewakili Majelis Sinode membawakan sambutamnya dengan mengutip pemikiran dari John Pieter Hill mengatakan bahwa  mereka yang bersyukur baik secara individu maupun komunal merasakan lebih banyak harapan, kepuasan yang lebih tinggi, lebih banyak optimisme, lebih sedikit episode depresi, serta pemulihan terhadap stress yang lebih besar.

“Itulah sebabnya kami juga mengucap Syukur dan ucapan terima kasih untuk bapak ibu sekalian yang hadir pada saat ini untuk bersyukur Bersama kami”, tambah Mantan Ketua Klasis Timor Tengah Utara ini.

Pendeta Abdy mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil peran dan tanggungjawab bersama untuk renovasi rumah pastori ketua sinode ini. 

“Kami berlima (menunjuk kepada anggota Majelis Sinode yang berkerja full time (Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris dan Bendahara) bertekad pada tempat ini juga suatu saat akan dibangun empat pastori yang lain, karena itu kami mohon dukungan doa”, tambah Pendeta Abdy.

Acara syukura dihadiri oleh para tamu undangan, mulai dari para pendeta, ketua Klasis, warga jemaat dan rekan-rekan pelayanan  dari Pdt. Semuel Pandie dan Pdt. Grace Pandie Sjion.

Tampak hadir dalam acara tersebut Mantan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, Kepala BPR TLM, Bobby Fanggidae, Akademisi dan Teolog UKAW, Pdt. Dr. Mesakh Dethan, Mantan Pejabat Walikota Kota Kupang, George Hadjoh, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Kota Baru, Mus Mooy dan para tamu undangan lainnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved