Jemaah Haji 2024
Kloter Pertama Jemaah Haji 2024 Akan Diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng
Calon jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 Masehi mulai diberangkatkan pada Minggu (12/5/2024) dini hari.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Calon jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 Masehi mulai diberangkatkan pada Minggu (12/5/2024) dini hari. Pemberangkatan berlangsung hingga 10 Juni 2024.
Keberangkatan kloter pertama dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kota Tangerang, Banten, Minggu (12/5/2024) pukul 01.00 WIB. Sebanyak 358 anggota calon jemaah haji diberangkat ke Tanah Suci Mekkah dengan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA-7301. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi, pukul 07.00 waktu setempat.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau, calon jemaah haji harus menjaga stamina dengan menjaga pola makan dan minum ditambah mengonsumsi vitamin. Sebab, wilayah Arab Saudi tengah mengalami cuaca panas ekstrem.
”Kloter pertama kita akan berangkatkan. Saya harus sampaikan kepada jemaah, cuaca sudah mulai panas di sana. Kalau kemarin saya pulang, sekitar 40 derajat. Jadi, panas sekali dan itu belum puncak,” kata Yaqut di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (11/5/2024).
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan membagi 241.000 total anggota calon jemaah haji ke dalam 554 kloter. Adapun calon jemaah haji terdiri dari 213.320 anggota jemaah haji reguler dan 27.680 anggota jemaah haji khusus.
Sebanyak 294 kloter akan terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan 260 kloter lainnya dengan Saudi Arabian Airlines. Dari total tersebut, 106 kloter diberangkatkan dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, sebagai embarkasi dengan jumlah kloter terbanyak.
Selain Surabaya, calon jemaah haji Indonesia juga diberangkatkan dari 13 bandara embarkasi lainnya, yakni dari Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Kertajati, Solo, Lombok, Balikpapan, Banjarmasin, dan Makassar.
Yaqut menambahkan, jemaah juga harus terus menguatkan niat dan iman agar ibadah hajinya berjalan lancar. ”Niat harus ditata. Jadi, niatnya itu niat ibadah. Jangan membuat niat-niat yang lain di luar niat ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, di Madinah, petugas haji Indonesia dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan TNI-Polri juga sudah bersiaga menyambut kedatangan calon jemaah haji. Mereka bersiaga di posko masing-masing, mulai dari bandara, markaziyah di Madinah, dan sekitar Masjidil Haram, Mekkah.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan, seluruh petugas saat ini telah diminta melakukan mitigasi terhadap kemungkinan hambatan dalam penerimaan jemaah. Koordinasi dengan petugas Arab Saudi pun diperkuat demi kelancaran kedatangan calon jemaah haji.
”Jangan sampai tidak sinkron antara petugas di sini dan yang ada di Tanah Air sehingga ketika terjadi perubahan jadwal penerbangan atau kebijakan lain, kita tahu. Hal-hal teknis ini yang harus dikawal,” kata Hilman dalam keterangan pers dari Madinah, Arab Saudi, Sabtu (11/5/2024).
Selain itu, 10.000 anggota jemaah haji Indonesia juga akan mendapatkan kartu pintar yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Kartu ini merupakan alat untuk menjaga validitas data jemaah haji dari sejumlah negara di dunia.
Kartu pintar ini dibagikan di sejumlah embarkasi di Tanah Air. Sisanya, jemaah haji akan menerima kartu setibanya di Tanah Suci.
(kompas.id)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.