Selasa, 5 Mei 2026

Berita Ende

Delapan Titik Rawan Longsor di Wolotopo Timur Ende, Warga Diminta Segera Mengungsi

Selain di RT.002/RW.002, Dusun Wawosumba, total lokasi rawan longsor di Desa Wolotopo Timur, Kecamatan Ndona, delapan titik yang tersebar di dua dusun

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Puluhan warga yang terdiri para pria bergotong royong membersihkan lokasi longsoran yang letaknya tepat berada di bawah rumah duka dengan tingkat kemiringan yang curam, Minggu, 5 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Pemerintah Desa Wolotopo Timur melakukan identifikasi lokasi rawan longsor di sekitar wilayah itu.

Selain di RT.002/RW.002, Dusun Wawosumba, total lokasi rawan longsor di Desa Wolotopo Timur, Kecamatan Ndona, delapan titik yang tersebar di dua dusun yakni Dusun Wawosumba dan Dusun Lianggo.

Dikatakan, pada Sabtu, 4 Mei 2024 lalu, lokasi-lokasi tersebut juga sudah terjadi longsoran namun tidak separah yang terjadi di RT 002/RW 002, Dusun Wawosumba hingga menelan korban jiwa. 

Yohan Brechmans Paka, staf Pemdes Wolotopo Timur, Senin, 6 Mei 2024 mengatakan, kondisi hari ini sebagian warga yang berada di delapan lokasi rawan longsor tersebut masih aman. 

"Kalau yang tiga rumah yang terkena dampak paling parah longsor itu sekarang sudah mengungsi semua ke rumah-rumah tetangga dan saudara yang lokasinya aman," ujar Yohan yang juga kerabat dekat Agnes Fian Wara (29), korban meninggal dunia akibat longsor di Desa Wolotopo Timur

Disebutkan Yohan, jumlah rumah yang berada di RT.002/RW.002, Dusun Wawosumba atau yang berdekatan dengan rumah korban sekitar 7 rumah dengan jumlah jiwa kurang lebih 40 jiwa. 

Terhadap 40an jiwa yang hingga saat ini masih berada di lokasi tersebut, kata Yohan, dihimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada dan apabila terjadi hujan lebat mereka disarankan segera keluar dari rumah dan mencari tempat atau lokasi yang lebih aman. 

"Kami sudah informasikan untuk pindah tapi mereka masih mau bertahan untuk tetap tinggal di rumah mereka, kami bilang kalau seandainya terjadi hujan besar lagi maka harus harus keluar dari rumah dan tidak boleh lagi tinggal di rumah itu hanya tiga rumah itu kami sudah larang untuk tidak boleh lagi tinggal," tambah Yohan. 

Sebagai keluarga korban, Yohan berharap pemerintah baik Pemdes hingga pemerintah pusat mengantisipasi terjadinya longsor di kemudian hari karena delapan titik atau lokasi di dua dusun di Desa Wolotopo Timur yang disebutkan rawan terjadi longsor.

Hari ini, Senin, 6 Mei 2024, kata Yohan, sejumlah warga kembali melakukan pembersihan lokasi longsor yakni memindahkan dan berupaya memecahkan bebatuan besar yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Bencana Menimpa Ende NTT, Kapolres Ende Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem

"Delapan titik itu sudah longsor, di atas rumah di bawahnya juga rumah karena kemarin saat kejadian kita fokus hanya di satu lokasi setelah masyarakat sampaikan ke saya bahwa ada lagi di lokasi lain dan setelah kami cek di lokasi memang terjadi longsor makanya untuk sementara kami tutup sementara dengan terpal sebagai tanda lokasi longsor," tandas Yohana. 

Diuraikan dia, panjang lokasi longsoran di RT.002/RW.002, Dusun Wawosumba, Desa Wolotopo Timur tepat di lokasi ditemukannya korban meninggal dunia, kurang lebih 30-40 meter dengan tinggi mencapai 6-7 meter dan terbilang curam. 

"Kalau tidak bisa tangani cepat terjadi hujan lagi pasti dia akan longsor lagi," tutup dia.

Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Ende, Yulius Emanuel Riwu mengaku hingga pagi ini alat berat belum direlokasi ke Desa Wolotopo Timur karena sedang melakukan pembersihan material longsoran yang juga terjadi di wilayah Kecamatan Nangapanda yang menyebabkan arus lalu lintas terputus. (*)

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved