Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 1 Mei 2024, "Hormati Martabat dan Hak-hak Para Pekerja"
Jadi Hari Buruh itu dimaknai sebagai hari persatuan, kebersamaan, dan kelahiran kembali bagi semua orang untuk berkumpul dan merayakan kehidupan.
Oleh: Pastor John Lewar SVD
Hari Buruh, Yosef Pekerja dan Pembukaan Bulan Maria
Lectio:
Kisah Rasul 15: 1-6
Mazmur 122: 1-2.3-4a.4b-5
Yohanes 15: 1-8
Meditatio: Pada hari ini, tepatnya 1 Mei kita peringati sebagai Hari Buruh Internasional. Menurut sejarah, hari buruh ini diadakan untuk memperingati peristiwa Haymarket di Amerika Serikat pada tahun 1886, yaitu ketika kaum buruh menuntut 8 jam kerja sehari.
Hari buruh mengajak kita untuk menghormati martabat dan hak-hak kaum buruh, para pekerja, pegawai, upahan kita.
Jadi Hari Buruh itu dimaknai sebagai hari persatuan, kebersamaan, dan kelahiran kembali bagi semua orang untuk berkumpul dan merayakan kehidupan.
Hingga sekarang, berbagai negara mempunyai cara dan kebiasaannya sendiri dalam merayakan dan memaknai setiap tanggal 1 Mei. Di Indonesia, Hari Buruh Internasional ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Bagaimana dengan gereja Katolik? Gereja Katolik punya cara tersendiri dalam memeringati dan memaknai Hari Buruh Internasional.
Pada tahun 1955, sebagai tanggapan atas perayaan Hari Buruh Internasional, Paus Pius XII menetapkan Pesta Santo Yosef Sang Pekerja, hal ini juga untuk memupuk devosi yang mendalam kepada Santo Yosef di antara umat Katolik Yosef adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan Maria.
Yosef memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Santo Yosef adalah seorang yang miskin hidupnya.
Walaupun darah bangsawan yang mengalir dalam tubuhnya dapat ditelusuri sampai pada Raja Daud bapa leluhurnya, kemiskinan membuat ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayu demi menghidupi keluarga kudus yang dipercayakan Allah kepadanya. Ia amat mengasihi Yesus dan Maria.
Kesucian dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatannya pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya serta mendampingi Maria dalam membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia.
Kesederhanaannya terlihat dalam pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu, dan cara hidupnya yang biasa-biasa saja di dalam masyarakat.
Paus Yohanes Paulus II pernah mengatakan bahwa Santo Yosef adalah orang yang memiliki semangat yang besar. Ia hebat dalam iman, bukan karena dia mengucapkan kata-katanya sendiri, tetapi di atas segalanya karena dia mendengarkan firman Tuhan yang Hidup. Ia mendengarkan dengan diam.
Dan hatinya tak henti-hentinya bertekun dalam kesiapan menerima kebenaran. Dalam pribadi Yosef, pekerjaan tangan memperoleh suatu dimensi ilahi.
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Yesus Mencela Ketidakpercayaan Para Murid" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Pergi adn Beritakanlah Injil" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Dari Hati yang Tertutup Menjadi Saksi Tuhan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 10 April 2026, “Dia yang Bangkit Tidak Meninggalkan Kita” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 10 April 2026, "Itu Tuhan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD-RP_077.jpg)