Senin, 13 April 2026

Berita Ende

Penyakit Darah Pisang Serang Ende, Petani Merugi Jutaan Rupiah

Sebelumnya, Wilhelmus mengaku kerap menjual pisang-pisang tersebut ke para pembeli pisang yang datang ke kebunnya.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Penyakit darah pisang yang menyerang tanaman pisang masyarakat petani di Kabupaten Ende. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Serangan penyakit darah pisang di 16 kecamatan di Kabupaten Ende menyebabkan petani atau masyarakat yang memiliki pohon pisang merugi hingga jutaan rupiah.

Wilhelmus Mali, salah satu petani di Desa Neotonda, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende mengaku, ratusan rumpun pisang yang tumbuh di lahan miliknya yang luasnya kurang lebih satu hektar, sebagian besarnya sudah terserang penyakit darah pisang.

"Dia punya batang kelihatannya sehat tapi pas kita potong dan kita lihat buahnya itu rusak, saya punya di satu kebun ini hampir kena semua," jelas Wilhelmus.

Sebelumnya, Wilhelmus mengaku kerap menjual pisang-pisang tersebut ke para pembeli pisang yang datang ke kebunnya.

Terakhir sebelum terkena penyakit darah pisang, dia mengaku menjual sebanyak 20 tandan pisang dengan harga Rp 50/tandan.

Dia mengaku, dalam kurun waktu empat tahun terkahir dia sudah menjual pisang-pisang tersebut sebanyak empat kali dan memperoleh penghasilan tambahan jutaan rupiah.

"Penyakit darah pisang ini sangat berpengaruh ke kami karena kita ini selain untuk jual kita juga biasa untuk kasih makan hewan ternak seperti sapi dan babi jadi kita tidak mungkin kasih makan mereka lagi pakai batang pisang karena kita juga takut," ungkap Wilhelmus.

Baca juga: Penyakit Darah Pisang Serang 16 Kecamatan di Ende

Selain merugi secara material, Wilhelmus juga harus terpaksa menebang seperempat pohon pisang di kebunnya yang sudah terserang penyakit darah pisang.

Dia berharap Dinas Pertanian Kabupaten Ende segera melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit yang juga turut mematikan ekonomi sebagian masyarakat Kabupaten Ende itu.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean mengaku penyakit darah pisang sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani atau masyarakat yang memiliki tanaman pisang.

"Sangat berpengaruh sekali karena hampir setiap Minggu itu kendaraan-kendaraan besar yang menuju ke Surabaya melalui jalur laut dengan membawa pisang-pisang dari Ende ini berkurang karena terjadinya penurunan produksi pisang karena pisang ini gagal panen," ujar Gadir Dean. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved