Minggu, 12 April 2026

Berita Kabupaten Kupang

Pemprov NTT Tanam 1000 Bibit Mangrove di Kabupaten Kupang

penanaman manggrove ini serentak digelar di 25 provinsi di Indonesia dan merupakan bagian dari perjalanan menuju Green Impact Days tahun 2024.

POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Kegiatan penanaman 1000 anakan Mangrove di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang Desa Tanam Merah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Kamis 25 April 2024 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Sebanyak seribu bibit mangrove (rhizopora Sp.) ditanam saat kegiatan penanaman 25 ribu mangrove di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis 25 April 2024.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai atau BPDAS Benain Noelmina, Dolfus Tuames mengungkapkan, penanaman manggrove ini serentak digelar di 25 provinsi di Indonesia termasuk Provinsi NTT dan merupakan bagian dari perjalanan menuju Green Impact Days tahun 2024. 

"Hari ini kita akan tanam pada lokasi seluas 0,6 hektar dengan bibit rhizopora Sp 1000 batang direncanakan 500 orang dari OPD lingkup Provinsi NTT, UPT LHK, TNI, Polri, Kejaksaan Tinggi, BWS, dan  undangan juga ikut menanam, kita semua jadi pelopor keselamatan lingkungan," ungkap Tuames.

Penanaman kali ini merupakan tahapan terakhir dari penanaman atau penghijauan dimana yang pertama kali dilaksanakan pada 23 Desember 2023 di Oesonbai, lalu menyusul tahap kedua di kompleks Lanud El Tari Kupang.

Lalu penanaman ketiga sampai kelima dilangsungkan hari ini dan hasil dari dua penanaman sebelumnya yang sudah ditanama tumbuh dengan baik ada penambahan helai.

"Urusan lingkungan hidup tanggung jawab kita semua. Sementara ancaman paling besar untuk keberlangsungan mangrove yang baru ditanam ini adalah ancaman ternak. Namun yang bapak ibu lihat iti ada oagar yabg dibuat masyarakat untuk menjaga itu," terangnya.

Bagi dia penanaman mangrove ini bukan sekedar seremonial  saja tapi mereka akan melakukan pemeliharaan dan monitoring secara berkala.

Ditambahkan Kepala Dinas LHK Provinsi NTT, Ondi Siagian yang membacakan sambutan Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake menegaskan saat ini sementara terjadi perubahan iklim global yang dapat mengakibatkan kepunahan ekosisten dan lain-lain.

Dampak perubahan iklim pada semua sektor baik pertanian, kerusakan lahan juga bencana hidorometeorologi. Juga ada dampak sektor kesehatan dengan banyak penyakit yang ada di NTT misalnya Malaria, DBD, TBC, Pneumonia, dan diare.

Soal keberadaan hutan mangrove belakangan kata Ayodhia sering mendapat gangguan sehingga mengakibatkan kerusakan ekosistim dan juga sering keberadaan dialihfungsikan.

Untuk itu pengelolaan mangrove perlu diintegrasikan dalam pembangunan wilayah terpadu yang dinilai mampu mengakomodir semua pihak yang berkepentingan untuk menuju perubahan pada aspek sosial ekonomi dan ekologi masyarakat setempat dan dapat menyokong kehidupan di darat dan di laut.

Baca juga: Danrem 161/Wira Sakti Hadiri Kegiatan Kick Off Program Rehabilitasi Mangrove Nasional Tahun 2024

Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Persemaian Modern Kementrian LHK Ir. Hudoyo, yang membacakan sambutan Menteri LHK Prof. Siti Nurbaya mengungkapkan penanaman mangrove di 25 titik ini merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup.

Keberdaaan pohon dan tutupan lahan yang baik dapat melakukan mitigas alam dan perubahanal iklim, hal ini kata dia bukan hanya memberikan manfaat bagi bumi tapi juga bagi generasi mendatang.

"Indonesia dengan hutan tropis terbesar ke tiga di Indoensia sementara luasan Mangrove mencakup 23 persen mangrove dunia 3,36 juta hektar," terangnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved