Berita Sumba Barat
Terserang Virus ASF, 12 Ekor Babi Mati, Warga Sumba Barat Ini Minta Bantuan Babi dari Pemerintah
Terserang Virus ASF, 12 Ekor Babi Mati, Warga Sumba Barat Ini Minta Bantuan Babi dari Pemerintah
Penulis: Petrus Piter | Editor: Adiana Ahmad
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK-Yohanis Tena, warga Kelurahan Pada Eweta, Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat mengaku belum lama ini, 12 ekor babi miliknya terdiri 2 ekor babi besar dan 10 ekor anak babi mati.
Ia sudah berusaha dengan meminta dokter hewan datang menyuntik babi-babi tersebut tetapi tidak bisa menyelamatkannya. Babi tersebut terus tidak makan dan badanya terasa sangat panas dan hanya bertahan empat hari, lalu mati.
Walau demikian, ia mengaku dua ekor babi besar lainnya selamat karena cepat memindahkannya ke lokasi aman di kampung kelahirannya di Wewewa (Wejewa), Sumba Barat Daya.
Baca juga: Cegah Virus ASF, Kadis Peternakan Sumba Barat Imbau Warga Tak Buang Bangkai Babi Sembarangan
Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat memberikan bantuan ternak babi agar dapat memeliharanya kembali.
Yohanis Tena menyampaikan hal itu di rumahnya di Kelurahan Pada Eweta, Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat, Sabtu 20 April 2024 sore.
Menurut Yohanis, ia menderita kerugian cukup besar karena ternak babi miliknya mati belasan ekor. Beternak babi sangat membantu ekonomi keluarga karena harga babi cukup mahal. Selain itu, beternak babi juga membantu kelancaran urusan adat budaya.
Dalam kesempatan itu,ia kembali menyampaikan permohonannya kepada pemerintah daerah untuk memberi perhatian dengan memberikan bantuan ternak babi.
Baca juga: Serangan Virus ASF Semakin Meluas, Kadis Peternakan Sumba Barat Daya Minta Warga Kubur Bangkai Babi
Ia juga berusaha akan memperbaiki kandang babi miliknya agar usaha tersebut lebih baik ke depan.*
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/FOTO-satu-ekor-babi-milik-Yohanis-Mati-dan-kondisi-kandangnya.jpg)