Minggu, 12 April 2026

Konflik Iran Versus Israel

Konflik Memanas, Australia Minta Warganya Tinggalkan Israel dan Palestina

Dalam pernyataan resmi hari Jumat 19 April 2024, Australia menyinggung ancaman pembalasan militer dan serangan teroris yang tinggi.

Editor: Dion DB Putra
DOK KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dalam pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) di Jakarta pada Kamis (13/7/2023). 

POS-KUPANG.COM, SYDNEY - Konflik di Timur Tengah yang semakin memanas membuat Pemerintah Australia meminta warganya meninggalkan Israel dan Palestina.

Dalam pernyataan resmi hari Jumat 19 April 2024, Australia menyinggung ancaman pembalasan militer dan serangan teroris yang tinggi.

Pada saat yang sama, Australia juga mengeluarkan peringatan serupa untuk warganya di wilayah Palestina.

"Kami mendesak warga Australia baik di Israel maupun di wilayah Palestina yang diduduki pergi jika aman untuk melakukannya," kata Departemen Luar Negeri Australia dalam sebuah pembaruan saran perjalanan.

Pemerintah Australia sebelumnya telah meminta warganya menghindari perjalanan ke kedua wilayah tersebut jika memungkinkan dan jika khawatir segera meninggalkan negara-negara itu.

Peringatan yang lebih mendesak ini muncul ketika Israel dan Iran saling bertukar serangan udara.

Baca juga: Israel Lakukan Serangan Terbatas ke Iran, Bom Jatuh di Dekat Gudang Nuklir

"Serangan militer dapat mengakibatkan penutupan wilayah udara, pembatalan, dan pengalihan penerbangan serta gangguan perjalanan lainnya," kata para Diplomat Australia.

"Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv dapat menghentikan operasinya karena meningkatnya masalah keamanan kapan saja, dan dalam waktu singka," tambah mereka, dikutip dari AFP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Australia Minta Warganya Tinggalkan Israel dan Palestina


Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved