Berita Timor Tengah Utara

Dua Unit Rumah Warga Desa Batnes, Kabupaten Timor Tengah Utara Rusak Berat Akibat Pergeseran Tanah

Dua unit rumah rusak akibat pergeseran tanah di Desa Batnes, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
RUMAH RUSAK - Rumah milik Lusianus Koa warga Desa Batnes, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU, NTT yang terdampak bencana pergeseran tanah, Kamis 18 April 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU – Dua unit rumah rusak akibat pergeseran tanah di Desa Batnes, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua unit rumah ini milik Lusianus Koa di RT/RW 002/001 dan milik Dominikus Nope di RT/RW, 006/003.

Pantauan POS-KUPANG.COM rumah milik Lusianus Koa tampak rusak para. Semua atap rumah tersebut sudah dibongkar oleh pemilik rumah.

Dinding bangunan rumah ini terlihat retak dari pondasi hingga ke bagian atas. Sementara lantai rumah tersebut retak nyaris pada semua sisi.

Dipastikan rumah tersebut tidak mungkin diperbaiki. Lantaran kondisi tanah di lokasi ini setiap hari bergeser ke bagian belakang rumah.

Saat diwawancarai, seorang pemilik rumah bernama Lusianus Koa mengatakan, pada tanggal 3 April 2024 lalu, sekira pukul 11.00 Wita, lantai rumah miliknya rubuh.

Setelah itu mengalami musibah tersebut, pada kesempatan itu juga Lusianus kemudian membangunkan istrinya dan mengeluarkan barang-barang yang ada di dapur.

Keesokan harinya tepat pada tanggal 4 April 2024, dirinya kemudian membongkar atap rumah milik untuk dan memindahkan barang tersebut ke samping rumahnya.

Baca juga: Cerita Warga Sikka Terdampak Banjir, Hewan Ternak Hanyut, Perabotan Rumah Rusak

Dikatakan Lusianus, dirinya mengalami kerugian yang luar biasa atas musibah yang dialaminya. Pasalnya, hanya atap rumah yang bisa diselamatkan untuk kemudian bisa digunakan lagi.

Kerugian yang dialami dari musibah ini mencapai Rp 100 juta lebih. Karena, rumah tersebut merupakan rumah permanen berukuran 6,5 × 9 meter.

Ia mengaku frustasi dengan musibah pergeseran tanah yang mengakibatkan kerusakan pada rumah miliknya. Untuk saat ini, Lusianus bersama keluarganya menetap di dapur.

Dia berharap pemerintah daerah bisa mengulurkan tangan untuk bisa memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak bencana tersebut.

Sementara itu, seorang warga lainnya di RT/RW, 006/003 bernama Dominikus Nope mengatakan, dinding bangunan rumah bagian belakang mengalami rusak akibat fenomena pergeseran tanah ini.

Apabila dalam kurun waktu beberapa hari ke depan terjadi hujan susulan maka, kata Dominikus, rumah miliknya dipastikan akan ambruk. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved