Kamis, 16 April 2026

UKAW Kupang

Dr. Mesakh Dethan: Harus Punya Keberanian untuk Menghadapi Kekhawatiran dan Tipu Daya Dosa

Pembenaran adalah pintu menuju pengampunan dosa dan  pengudusan adalah jalan Panjang menuju Yerusalem yang baru

|
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Foto bersama Pdt. Dr. Mesakh A.P. Dethan, M.Th, MA seusai kebaktian Emeritasi Pdt. Ester Elfrida Funome-Ndoen dan perhadapan Pdt. Rambu Frida Inabete Ratu Edo-Hilungara, S.Th  di Jemaat Sinai Toisilu, Klasis Soe Timur, Minggu,14 April  2024. 

Kita diminta untuk membangun kebiasaan baru, yaitu kebiasan menghargai kasih Allah yang telah dianugerahkan kepada kita.

Menurut Paulus orang yang sudah ditebus oleh Kristus adalah meninggalkan manusia yang lama (Roma 6:4  4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru). Atau 7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi.

Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (1 Kor 5:7); Atau 2 Kor 5:17 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami).

 Artinya semua kebiasaan buruk kita tinggalkan. Menurut Jack Canfield (3) :  “your habits will determine your future” (artinya kebiasaanmu yang akan menentukan masa depanmu).

Membangun kebiasaan yang baik ini bisa dilakukan oleh kita semua. Tetapi bukan itu saja membangun mental yang kuat untuk belajar menghadapi hal-hal yang tidak nyaman dalam hidup (4). Keberanian untuk mampu melakukan hal-hal yang terasa sulit, menakutkan atau tidak pasti (5) .

“Jadi, karena kita telah dibenarkan oleh Kristus untuk damai sejahterah, maka marilah kita hidup dengan penuh keberanian, sukacita dan pengharapan, meskipun dalam penderitaan sekalipun, karena kita tahu bahwa Allah selalu bersama kita dan janji-Nya kepada kita tidak akan pernah mengecewakan. Sebagai kata bijak yang menggugah, marilah kita mengingat kata-kata Paulus dalam Roma 5:8, "Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati bagi kita, ketika kita masih berdosa." Mari hidup dalam pengharapan yang kokoh dan sukacita yang sejati dalam iman kita kepada Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita”, demikian Pdt. Mesakh Dethan menutup khotbahnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved