UKAW Kupang
Dr. Mesakh Dethan: Harus Punya Keberanian untuk Menghadapi Kekhawatiran dan Tipu Daya Dosa
Pembenaran adalah pintu menuju pengampunan dosa dan pengudusan adalah jalan Panjang menuju Yerusalem yang baru
POS-KUPANG.COM - “Karena kita telah dibenarkan Kristus untuk damai sejahtera, maka harus punya keberanian untuk menghadapi kekhawatiran dan tipu daya dosa”.
Demikian sebagian cuplikan khotbah Pdt. Dr. Mesakh A. P. Dethan, M.Th, MA berdasarkan teks Alkitab Roma 5:1-11 pada acara Kebaktian Pada Kebaktian Emeritasi Pdt. Ester Elfrida Funome Ndoen dan Perhadapan Pdt. Rambu Frida Inabete Ratu Edo-Hilungara, S.Th, Jemaat Sinai Toisilu, Klasis Soe Timur, Minggu 14 April 2024.
Menurut teolog dan akademisi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, hidup kita selalu mengalami pasang surut.
Ada siang ada malam. Kadang hidup kita diterangi siang yang terang, kadang ditutupi awan yang gelap. Kadang hujan turun begitu deras dan menyuburkan tanaman, tetapi kadang tidak ada hujan sama sekali.
Banyak tanaman yang mati. Kadang kita mengalami kelimpahan dalam hidup kita, tetapi kadang kita juga menghadapi kekeringan dalam hidup kita.
Baca juga: Seminar Sehari UKAW Kupang, Beritakan Kabar Baik
Namun, di tengah kesulitan itu, Allah selalu hadir untuk menyelamatkan kita. Hari ini, marilah kita melihat Firman Tuhan dalam Roma 5:1-11 dan menggali makna agung bagi kebaktian emeritasi dan perhadapan pendeta hari ini.
Lebih jauh pendeta GMIT dan mantan wartawan Pos Kupang ini menjelaskan lebih jauh tentang teks bacaan alkitab dari Roma pasal 5 yang berbicara tentang pembenaran dan pengudusan.
Mengutip F. Davidson dan Ralp P. Martin (1) (dalam New Bible Commentary) pemikiran Rasul Paulus tentang pembenaran dan pengudusan memiliki hubungan yang tak terpisahkan.
Pembenaran adalah pintu menuju pengampunan dosa dan pengudusan adalah jalan panjang menuju Yerusalem yang baru.
Rasul Paulus menyatukan diri dengan semua orang percaya di Roma dengan memakai kata “kita” bahwa kita telah mendapatkan kasih karunia karena dibenarkan oleh Allah walau kita orang berdosa karena Kristus (ayat 1-5).
Dengan menggunakan gaya bahasa puisi yang indah Paulus menjelaskan tentang Kristus yang membenarkan kita ketika kita masih lemah dan berdosa, kita adalah orang durhaka yang patut dihukum, namun karena kasih Kristus kita telah ditebus (ayat 6-11).
Oleh karena kegagalan Adam sebagai manusia pertama yang telah jatuh dalam dosa, membuat semua manusia juga mewarisi dosa dan berada di bawah penghukuman Allah, akan tetapi dalam Kristus sebagai Adam yang baru (ayat 12-21) telah mengalahkan dosa melalui pengorbananNya di salib.
Melalui Kristus kita memperoleh anugerah pembenarn dan memiliki relasi baru dengan Allah: kita dengan penuh sukacita dan bebas berada dan berdiri dalam jaminan keselamatan kekal. Karena pembenaran itu, kita bisa menjalani hidup dengan damai sejahtera sesukar apa pun kehidupan kita.
Menurut Pendeta Mesakh Dethan, Kristus telah memperbaiki relasi kita dengan Tuhan Allah, kita juga dipanggil untuk memperbaiki relasi kita dengan sesama kita. Ayat-ayat dalam Roma pasal 5 mengajarkan kepada kita tentang pentingnya iman kita dalam Kristus Yesus.
Rasul Paulus menekankan bahwa kita dibenarkan oleh iman, bukan oleh perbuatan kita sendiri. Kita diberikan damai sejahtera dengan Allah melalui Yesus Kristus, dan harapan kita tidak mengecewakan.
Bahkan dalam penderitaan, iman kita menghasilkan ketekunan, karakter yang kuat, dan pengharapan yang kokoh serta punya mental yang kuat.
Merasa kuat secara mental seringkali mudah ketika kehidupan berjalan lancar, tetapi kadang-kadang masalah muncul.
Kehilangan pekerjaan, bencana alam, sakit dalam keluarga, atau kematian orang yang dicintai terkadang tidak dapat dihindari, dapat memperlemah mental kita. Kita bisa kuat secara mental jika kita juga mempunyai iman yang kuat.
Iman adalah fondasi untuk kita membangun karakter mental yang kuat. Karakter dan mental yang kuat menurut Amy Morin (2) dibangun diatas tiga dasar yang kuat yaitu: Pikiran, selalu berpikir rassional dan tidak irasional dan suka main perasaan. Jangan muda tersinggung dan main tuduh. Kalau kita sakit jangan tuduh tetangga yang suanggi.
Berikut adalah perilaku, biasakan membangun perilaku dan kebiasaan yang yang baik, bagaimana kita mau berhasil jika kerja kita hanya minum mabuk dan main judi?. Ketiga mampu mengontrol emosi, tidak mudah melakukan KDRT terhadap pasangan atau anak-anak
Ada manfaat jika kita selalu berusaha membangun mental yang kuat karena hal akan menolong kita menghadapi kesulitan dan tantangan, Manfaat dari meningkatkan kekuatan mental adalah:
Pertama, kebal terhadap stres yang meningkat. Kekuatan mental bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di tengah krisis. Kita akan menjadi lebih terampil dalam menangani masalah dengan lebih efisien dan efektif, dan ini dapat mengurangi tingkat stres secara keseluruhan.
Kedua, peningkatan kepuasan hidup. Saat kekuatan mental kita meningkat, kepercayaan diri kita juga akan meningkat. Kita akan bertindak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani, yang akan memberi kita ketenangan pikiran, dan kita akan mengenali apa yang benar-benar penting dalam hidup kita.
Ketiga, kinerja yang lebih baik. Apakah tujuan kita menjadi orang tua yang lebih baik, meningkatkan produktivitas di kantor, atau tampil lebih baik di lapangan atletik, meningkatkan kekuatan mental kita akan membantu kita mencapai potensi penuh kita. Menurut Paulus iman kepada Kristus akan memungkinkan semuanya itu.
Paulus menyatakan bahwa Kristus telah mati bagi kita ketika kita masih dalam keadaan berdosa. Ini adalah kasih yang tak terbayangkan; Allah mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa dan tidak layak. Kematian Kristus bagi kita adalah bukti cinta-Nya yang tak terukur dan menjadi dasar iman kita (ayat 6-8).
Paulus melanjutkan dengan menyatakan bahwa kita telah dibenarkan oleh darah Kristus, dan lebih lagi kita akan diselamatkan dari murka Allah melalui-Nya.
Allah telah menyatakan cintanya kepada kita melalui kematian Kristus, dan karena itu, kita seharusnya bersukacita dalam Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita (ayat 9-11)
Dari bagian ayat di atas kita diajak mengenali dan menghargaikasih Allah yang tidak terbandingkan. Kematian Kristus bagi kita adalah bukti cinta-Nya yang mendalam. Cinta yang mendalam dari Allah ini harus kita teruskan kepada sesama kita.
Pdt. Evi Ndun telah melayani dengan baik hingga memasuki masa pension dengan baik. Tidak semua orang bisa sampai pada tahap ini karena berbagai macam alasan.
Pendeta baru yang akan melayani di jemaat ini juga diharapkan mampu meneruskan semua hal baik, bahkan harus lebih baik yang dilakukan oleh pendeta sebelumnya sebagai bukti rasa cinta kepada Yesus. Kolose bilang apa yang kita lakukan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:17).
Kita diminta untuk membangun kebiasaan baru, yaitu kebiasan menghargai kasih Allah yang telah dianugerahkan kepada kita.
Menurut Paulus orang yang sudah ditebus oleh Kristus adalah meninggalkan manusia yang lama (Roma 6:4 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru). Atau 7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi.
Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (1 Kor 5:7); Atau 2 Kor 5:17 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami).
Artinya semua kebiasaan buruk kita tinggalkan. Menurut Jack Canfield (3) : “your habits will determine your future” (artinya kebiasaanmu yang akan menentukan masa depanmu).
Membangun kebiasaan yang baik ini bisa dilakukan oleh kita semua. Tetapi bukan itu saja membangun mental yang kuat untuk belajar menghadapi hal-hal yang tidak nyaman dalam hidup (4). Keberanian untuk mampu melakukan hal-hal yang terasa sulit, menakutkan atau tidak pasti (5) .
“Jadi, karena kita telah dibenarkan oleh Kristus untuk damai sejahterah, maka marilah kita hidup dengan penuh keberanian, sukacita dan pengharapan, meskipun dalam penderitaan sekalipun, karena kita tahu bahwa Allah selalu bersama kita dan janji-Nya kepada kita tidak akan pernah mengecewakan. Sebagai kata bijak yang menggugah, marilah kita mengingat kata-kata Paulus dalam Roma 5:8, "Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati bagi kita, ketika kita masih berdosa." Mari hidup dalam pengharapan yang kokoh dan sukacita yang sejati dalam iman kita kepada Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita”, demikian Pdt. Mesakh Dethan menutup khotbahnya.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Foto-Bersama-Pdt-Dr-Mesakh-AP-Dethan-MTh-MA-seusai-kebaktian.jpg)