Undana Kupang

Undana Beri Pelatihan Budidaya Ayam KUB Bagi Kelompok Pemberdayaan Perempuan

Dia menyebut, Desa Pakubaun dipilih menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan tersebut karena memiliki potensi pengembangan peternakan.

POS-KUPANG.COM/HO
Anggota Tim Pengabdian kepada masyarakat Undana, mahasiswa dan ibu-ibu anggota kelompok pemberdayaan perempuan foto bersama di Desa Pakubaun Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Jumat 12 April 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Nusa Cendana atau Undana Kupang memberikan pelatihan budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan atau ayam KUB bagi kelompok pemberdayaan perempuan Jemaat Maranatha Noehaen.

Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 13 April 2024, Prof. Dr. drh. Annytha IR Detha, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari beberapa anggota tim serta juga melibatkan mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Undana.

Yang mana, kata dia, anggota tim telah melaksanakan kegiatan tersebut (Jumat,12/4) di Desa Pakubaun, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang khususnya bagi Jemaat Maranatha Noehaen.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pemberdayaan wanita sebagai penopang kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan gizi keluarga melalui konsumsi protein hewani, sebagai salah satu tindakan intervensi stunting," ungkapnya.

Dia menyebut, Desa Pakubaun dipilih menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan tersebut karena memiliki potensi pengembangan peternakan.

"Dari kegiatan ini, tentu diperoleh pemanfaatan protein hewani untuk penanganan stunting," kata Annytha.

Baca juga: Mapala Undana Begerak dalam Enam Divisi

"Kami juga memberikan bantuan sejumlah ayam KUB dan pakan yang selanjutnya dapat dipelihara oleh kelompok pemberdayaan perempuan GMIT Jemaat Maranatha serta juga dilakukan pendampingan teknik pemeliharaan," ungkapnya menambahkan.

Terkait dengan pemeliharaan, kata dia, tempat pembangunan kandang sebaiknya jauh dari pepohonan agar tidak terjadi kontaminasi dari feses burung.

Selain itu, lanjutnya, untuk sisa alas kandang seperti serbuk gergaji, sebaiknya dikumpulkan untuk pemanfaatan sebagai pupuk.

"Alas kandang bekas tidak bisa langsung digunakan sebagai pupuk karena kadar amonianya yang masih tinggi, melainkan harus disimpan terlebih dahulu kurang lebih selama satu minggu," ujarnya.

Dia berharap, usaha budidaya ayam KUB dapat dikembangkan berkelanjutan oleh kelompok-kelompok yang telah diberikan pelatihan.

Baca juga: Undana Kupang Kerja Sama Dengan Empat Instansi di Pulau Jawa 

Sementara itu, anggota tim lainnya, drh. Nemay Anggadewi Ndaong, M.Sc mengatakan, adaptasi DOC perlu diperhatikan. Selain itu, manajemen kandang yang baik sangat diperlukan untuk menunjang proses adaptasi DOC, salah satunya kandang.

"Pemilihan lampu yang tepat sangat berpengaruh terhadap suhu kandang” kata dia

Hal senada disampaikan drh. Nancy D.F.K Foeh, M.Si terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam KUB.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved