Senin, 18 Mei 2026

Tokoh NTT

Profil Tokoh NTT, Joachim Lopez Figur yang Patahkan Mitos Bupati Belu Bisa Dua Periode

Pembawaannya yang kalem tapi tegas ini menjadi orang pertama yang sukses mematahkan mitos Belu tidak bisa dipimpin oleh seorang bupati dua periode

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/dok pribadi Efraim Bria
Bupati Belu, Joachim Lopez kala masih menjabat mendampingi Ganjar Pranowo dan Herman Herry ketika tiba di Bandara A.A. Bere Tallo Atambua terkait urusan pemekaran Malaka pisah dari Belu. 

Pada putaran kedua Paket Jalin unggul 47,70 persen atas paket calon Gregorius Mau Bili- Berchmans Mau Bria (Gemar) yang hanya mendapat 37.89 persen dari total pemilih 72.000.

Maka Joachim Lopez kembali dipercayakan menjadi bupati periode kedua dari 17 Februari 2009 dan berakhir pada 17 Februari 2014 bersama wakil  Ludovikus Taolin, BA (almarhum).

"Saya menilai seluruh proses pilkada putaran kedua berjalan aman dan lancar. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat dewasa dalam memberikan hak politiknya. Bagi kami paket Jalin, kemenangan ini merupakan kemenangan rakyat. Rakyat masih mempercayakan paket Jalin untuk melanjutkan program pembangunan yang sedang berjalan," kata Joachim Lopez kala itu usai paketnya dinyatakan menang.

Pria berkacamata ini jauh sebelumnya menjabat sebagai Bupati Belu, pernah menduduki jabatan baik di pemerintahan Provinsi NTT maupun di Pemkab Belu.

Selama menjabat sebagai aparat birokrat menduduki jabatan di Biro Ekonomi Setda NTT kemudian menjadi Kepala Bapeda Belu lalu menjabat sebagai Sekda Belu kemudian mengambil sikap bertarung pada pilkada.

Sosok yang satu ini dikenal tidak pernah memarahi stafnya di depan umum. Kesalahan yang dilakukan bawahannya maka pola pendekatan kekeluargaan ibarat bapak dan anak itu yang dipakainya.

Berikut ini Bupati Belu dari masa ke masa dikutip dari WikipediA.

Bupati Belu pertama Alfonsius Andreas Bere Tallo dari 19 Mei 1960 sampai 21 Desember 1966 dan sempat menjadi penjabat bupati  18 Mei 1967 sampai
4 Oktober 1969.

Selanjutnya ada masa peralihan Markus Didoek duduk sebagai Pejabat Sementara Bupati Belu dari 4 Juli 1970 sampai 6 Januari 1976.

Kemudian ada masa peralihan dimana Marcelinus Adang da Gomez duduk sebagai Pejabat Sementara Bupati.

Selanjutnya Drs. Servatius Berek dari 19 Mei 1978 sampai 30 Mei 1983 kemudian ada peralihan dijabat Drs. Johanes Stefanus Letto dari 15 Agustus 1983 sampai 
20 Agustus 1988.

Baca juga: Profil Mayjen TNI Gabriel Lema, Tokoh NTT yang Bersinar di Militer, Anak Kolong yang Jadi Jenderal

Kemudian Letkol. (Arh) Ignatius Sumantri menjabat sebagai Bupati Belu dari 20 Agustus 1988 sampai 20 Agustus 1993.

usai Sumantri jabatan bupati dipegang, dr. Servatius Muti Pareira, MPH dari 1993 sampai 1998, Drs. Marselinnus Bere menjabat sebagai bupati Belu dari 1999 sampai 2004 bersama wakil bupati Drs. Bria Yohanes.

Kemudian Drs. Joachim Lopez berpasangan dengan wakil drg. Gregorius Mau Bili dari 9 Januari 2004 sampai 9 Januari 2009

Drs. Joachim Lopez berpasangan dengan Ludovikus Taolin dari 17 Februari 2009 sampai 17 Februari 2014.

Kemudian Willybrodus Lay,S.H. berpasangan dengan Drs. J. T. Ose Luan dari 17 Februari 2016 sampai 17 Februari 2021

Saat ini dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM berpasangan dengan Drs. Aloysius Haleserens, M.M. terhitung 26 April 2021 sampai sekarang.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved