Timor Leste

Inggris Dukung Aksesi Timor Leste ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN

Inggris terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung masuknya Timor Leste ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Editor: Agustinus Sape
GOV.UK
Peserta lokakarya lima hari yang diadakan Inggrus tentang pengembangan aturan asal barang yang preferensial ( ROO - rules of origin) peraturan perundang-undangan. 

POS-KUPANG.COM - Inggris terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung masuknya Timor Leste ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Baru-baru ini, dengan bekerja sama dengan Cowater International, Inggris telah memberikan bantuan teknis mendalam kepada pemerintah Timor Leste dalam memenuhi persyaratan perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN, termasuk melalui lokakarya lima hari tentang pengembangan aturan asal barang yang preferensial ( ROO - rules of origin) peraturan perundang-undangan.

Hal ini memungkinkan Timor Leste mencapai kemajuan besar dalam penerapan skema sertifikasi asal untuk produk-produk ‘Buatan Timor Leste’ untuk mendapatkan manfaat dari preferensi perdagangan, yang membawa mereka satu langkah lebih dekat ke aksesi MEA.

Proyek andalan Inggris yang mendukung aksesi Timor Leste ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN diluncurkan pada bulan Desember tahun lalu saat kunjungan Kepala Ekonom Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan (FCDO), Profesor Adnan Khan.

Proyek ini bertujuan membantu pemerintah Timor Leste untuk menerapkan rezim peraturan asal yang preferensial, termasuk pengembangan skema sertifikasi 'negara asal' nasional, yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Timor Leste untuk mendapatkan manfaat dari perjanjian perdagangan regional dan global sebagai negara, berupaya memperdalam integrasi ekonominya dengan negara-negara tetangganya dan negara-negara lain.

Aturan asal barang memberdayakan negara-negara seperti Timor Leste untuk sepenuhnya memanfaatkan keunggulan komparatif mereka dan berpartisipasi secara bermakna dalam rantai nilai global.

Dengan memberikan kejelasan dan kepastian mengenai asal barang, peraturan ini akan memungkinkan Timor -Leste untuk mengakses perjanjian perdagangan preferensial dan memasuki pasar baru.

Hal ini, pada gilirannya, akan merangsang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong diversifikasi ekonomi, sehingga meletakkan dasar bagi pembangunan berkelanjutan.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Matthew Downing mengatakan, "Saya senang bahwa proyek ini telah memungkinkan Timor Leste mencapai kemajuan besar dalam pengembangan skema surat keterangan asal, yang pada gilirannya akan membantu negara tersebut mengakses pasar dan perjanjian perdagangan baru.

"Saya berharap dapat melanjutkan dukungan kami terhadap aksesi Timor Leste ke ASEAN. Proyek ini merupakan salah satu bagian dari pertumbuhan kemitraan kami dengan Timor Leste, yang akan terus diperdalam menyusul pengumuman bahwa Inggris akan membuka kembali kedutaan besarnya di Dili.

Baca juga: Australia Dukung Pendanaan bagi Peningkatan Teknologi dan Tanggap Bencana Polisi Timor Leste

Duta Besar Inggris untuk ASEAN Sarah Tiffin mengatakan:, "Proyek ini merupakan demonstrasi yang kuat atas komitmen kami sebagai Mitra Dialog ASEAN untuk mendukung Timor Leste sepanjang proses aksesinya ke ASEAN. Merupakan hal yang baik untuk melihat kemajuan yang dicapai Timor Leste menuju keanggotaan AEC. Inggris mendukung Timor-Leste dan mendukung perjalanannya menuju masa depan yang terbuka, terhubung, dan sejahtera.

Informasi lebih lanjut

Inggris mendukung aksesi Timor Leste ke dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) melalui proyek peraturan asal barang (ROO), termasuk penerbitan dan penerimaan surat keterangan asal preferensial berdasarkan perjanjian perdagangan bebas ASEAN.

Setelah percakapan virtual dengan Pemerintah Timor Leste dan mitra pembangunan pada bulan Agustus dan September 2023, kami dapat mempersempit pekerjaan kami pada tahun anggaran lalu menjadi satu proyek tertentu.

Proyek ini dijalankan melalui Dana Advokasi Perdagangan dan Investasi FCDO (Foreign, Commonwealth & Development Office) Inggris (TAF2+) dan dikelola oleh Cowater International – sebuah perusahaan pembangunan internasional besar yang memiliki pengalaman sebelumnya dalam memberikan nasihat kepada Timor-Leste mengenai aksesi mereka ke WTO.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved