Wawancara Eksklusif
Kapuspenkum Kejagung: Istri Koruptor Nggak Bisa Belanja karena Rekening Diblokir, Itu Risiko
Nama pengusaha Robert Priantono Bonosusatya (RBS) ikut mencuat dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah yang ditangani Kejaksaan Agung.
POS-KUPANG.COM - Nama pengusaha Robert Priantono Bonosusatya (RBS) ikut mencuat dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah yang ditangani Kejaksaan Agung. Ia disebut pernah menguasai saham PT Refined Bangka Tin. Baik Robert dan PT Refined kerap disebut dengan singkatan yang sama: RBT.
Adapun kantor PT RBT digeledah penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada 23 Desember 2023.
Perusahaan tambang itu dituduh terlibat korupsi tata niaga timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022.
Lalu seperti sebenarnya peran RBS dalam kasus yang disebut merugikan keuangan negara hingga Rp271 triliun ini? Benarkah RBS adalah otak atau pelaku utama dalam kasus megakorupsi ini?
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedena memaparkan hal itu dalam Wawancara Eksklusif dengan Tribunnews di kantornya, Komplek Kejakasaan Agung pada Rabu (3/4).
Kemarin ada satu pengacara, Boyamin Saiman, mendesak Kejaksaan Agung menjaring orang berinisial RBS. Dan kemarin Kejaksaan Agung memeriksa seseorang bernama Robert Priantono Bonosusatya. Apakah pemeriksaan Robert Priantono Bonosusatya ini dilakukan karena desakan Boyamin atau memang orang ini sudah masuk radar penyidik?
Tidak. Jadi begini. Dukungan terkait penanganan penegak hukum yang ada di Kejaksaan kita apresiasi, kita pun senang. Tidak hanya Boyamin, ada kemarin pengacara-pengacara muda datang ke kita mengatasnamakan Teman Jaksa, kita senang. Artinya apa? Kita diberikan semangat atau kalau ada data real lebih bagus lagi. Asal jangan ngomong saja. Yang penting semua dukungan kita apresiasi. Artinya begini, penyidik tidak ada dalam kondisi tekanan. Tidak ada dalam kondisi pesanan. Penyidik bekerja berdasarkan fakta hukum, berdasarkan alat bukti yang ada di Kejaksaan dan penyidikan.
Apa peran Robert Bonosusatya dalam kasus ini?
Kita periksa dalam hal ini klarifikasi. Saya tidak berbicara statusnya beliau seperti apa, kedudukannya seperti apa. Yang jelas orang-orang yang diperiksa ini adalah ada keterkaitan dengan kasus perkada yang kita sedang tangani.
Jadi belum bisa dijelaskan apakah dia bosnya Harvey Moeis atau Helena Lim?
Nggak bisa, siapa itu bos, siapa itu anak buah, kami nggak bisa dijelaskan di sini. Karena itu nanti akan terungkap di persidangan.
Muncul anggapan masyarakat kasus ini baru betul-betul ditangani secara serius pasca pemilu 2024?
Nggak lah. Nggak ada hubungan sama sekali dengan pencapresan, perpolitikan, nggak ada. Karena begini, kita melaksanakan ini kan terus menerus dari tahun ke tahun. Kemarin saat kami menangani perkaranya BTS 4G juga sama. 'Wah ini kriminalisasi, ini politisasi'. Sama. Karena memang di tahun politik pada saat itu. Ketika sekarang selesai, "wah ini pasti karena tidak ada dukungan", tidak ada sama sekali. Ini murni penegakan hukum.
Ada kabar menyebut bahwa Robert Bonosusatya atau RBS ini punya kedekatan dengan penegak hukum lain. Apakah itu menjadi pengetahuan juga buat penyidik Kejaksaan Agung?
Rumor, isu, seperti itu sudah sering terjadi. Setiap menangani perkara isu itu pasti muncul. Ini backingan ini, nyatanya juga nggak ada. Nyatanya jalan-jalan juga kok.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.