PHPU Pilpres 2024
Hotman Paris Cecar Romo Franz Magnis Suseno di MK Terkait Bagi-bagi Bansos
Hotman Paris Hutapea, tim hukum Prabowo Gibran, melontarkan pernyataan kritis ke Romo Franz Magnis Suseno saat sidang sengketa Pilpres 2024 di MK.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Hotman Paris Hutapea, tim hukum Prabowo Gibran, melontarkan pernyataan kritis terhadap Romo Franz Magnis Suseno dalam lanjutan sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi.
Romo Franz Magnis Suseno merupakan ahli yang diajukan Tim Ganjar-Mahfud ke hadapan sidang sengketa Pilpres yang sedang disidangkan di mahkamah Konstitusi saat ini.
Hotman Paris Hutapea mencecar ahli dari Tim Ganjar dan Mahfud MD itu dalam sidang yang digelar di MK pada Selasa 2 April 2024.
Dengan sangat tajam, Hotman menanyakan kepada Franz Magnis Suseno yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi seperti pencuri sehingga mengambil uang negara kemudian membagi-bagikannya dalam rupa bansos. Padahal pembagian bansos yang dilakukan pemerintah itu sudah ada ketentuannya.
Sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Youtube Kompas.Com, Selasa 2 April 2024, lantaran pertanyaan itu diulang beberapa kali oleh Hotman Paris Hutapea, sehingga majelis hakim pun terpaksa membatasi Hotman Paris untuk mengulang-ulang pernyataan Franz Magnis Suseno dalam momen tersebut.
Lantas, siapakah Franz Magnis Suseno yang menjadi ahli dari tim hukum Ganjar-Mahfud?
Sebagaimana dilansir dari Kompas.com Romo Magnis Suseno adalah Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis. Ia dikenal dengan nama Franz Magnis-Suseno atau Franz Graf von Mag.
Romo Magnis Suseno lahir pada 26 Mei 1936 di Eckersdorf, Sesilia, Distrik Glatz, Jerman yang sekarang bagian dari Polandia.
Ia merupakan putra sulung dari pasangan suami istri Ferdinand Graf von Magnis dengan Maria Anna Grafin von Magnis, prinzenssin zu Lowenstein.
Selain berdarah bangsawan, keluarga Romo Franz Magnis Suseno juga termasuk dalam golongan rohaniawan Katolik yang taat.
Romo Franz Magnis Suseno mengisi masa mudanya dengan mendalami kerohanian di Neuhausen, antara tahun 1955-1957.
Ia kemudian mendalami studi filsafat di Philosophische Hochschule, Pullach, dekat kota Munchen antara tahun 1957-1960.
Pada tahun 1959, ia sudah mencapai gelar akademik Bakalaureat dalam filsafat, dan setahun kemudian pada 1960 meraih Lizentiat juga dalam bidang filsafat.
Pada tahun 1961, dalam usia 25 tahun ia dikirim ke Indonesia untuk mengenyam pendidikan di bidang filsafat dan teologi. Romo Magnis Suseno memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1977.
Romo Magnis juga berteman baik dengan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan menganggap Gus Dur sebagai orang paling penting dalam hidupnya.
Baca juga: Empat Menteri Dipanggil ke Sidang MK, Tim Prabowo Gibran Tak Khawatir Sama Sekali
Anies dan Ganjar Terima Putusan MK, Seluruh Gugatan Sengketa Pilpres Ditolak |
![]() |
---|
Lima Kali Beruntun MK Tolak Gugatan Pilpres |
![]() |
---|
Tok! MK Tolak Permohonan Sengketa Pilpres Anies-Cak Imin |
![]() |
---|
MK Tolak Dalil Anies-Imin yang Sebut Menteri Terlibat Menangkan Prabowo-Gibran |
![]() |
---|
Hakim MK: Tak Ada Capres-cawapres dan Parpol Keberatan KPU Loloskan Gibran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.