Berita Nasional
Lebaran Aman, Pemerintah Minimalisir Cuaca Ekstrem Hingga Jaga Harga Pangan
BMKG juga telah mendeteksi bibit siklon tropis dan konvergensi antar tropik yang menyebabkan curah hujan tinggi di wilayah tersebut.
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Oby Lewanmeru
Dia menambahkan, forum antar kepala dinas provinsi dan kabupaten/kota berperan penting dalam memastikan informasi wilayah produksi dan konsumen. Fasilitasi distribusi membantu memindahkan bahan pangan dari produsen ke konsumen.
Bapanas juga menyediakan fasilitas penyimpanan dengan membangun ABF (Air Blast Freezer ) dan Cold Storage di 30 titik untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan.
Tak hanya itu saja, Rachmi melanjutkan, Pemerintah juga akan meneruskan operasi Pasar Murah dengan menyalurkan Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) dan Beras Bulog dengan harga terjangkau.
Hal ini diikuti dengan penyerapan gabah petani oleh Bulog untuk menyerap produksi gabah dalam negeri agar harga di tingkat petani terjaga.
Bapanas juga terus memantau kondisi di 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang rawan mengalami kerawanan pangan. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Bapanas memberikan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada daerah-daerah tersebut.
"Sebanyak 11 kabupaten telah menerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Koordinasi vertikal dan program pasar murah hingga H-2 Lebaran dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan," pungkaanya. (nia)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bkg-guswanto.jpg)