Berita Belu
Dorong Pengelolaan Pangan Lokal, Disnakertrans Belu Siap Gelar Pelatihan UMKM di Destinasi Wisata
Diharapkan masyarakat dapat menyediakan pangan lokal di destinasi wisata, menciptakan kekhasan yang menarik bagi pengunjung.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Belu siap menyelenggarakan program pelatihan tenaga kerja pada bulan Juni 2024 mendatang.
Langkah ini diambil guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan fokus pada pengelolaan pangan lokal di tempat destinasi wisata.
Jules C.M.A. Ando, Plt. Kepala Disnakertrans Kabupaten Belu, menjelaskan bahwa pelatihan UMKM akan dilaksanakan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dak non fisik, sekitar 400 juta rupiah dialokasikan untuk pemberdayaan UMKM di Belu, khususnya dalam memperkuat kelembagaan koperasi.
"Pelatihan UMKM akan difokuskan pada kategori seperti penjual perorangan yang tidak membutuhkan modal besar," ungkap Jules Ando, saat ditemui diruang kerjaanya. Rabu, 27 Maret 2024.
Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan pangan lokal di daerah pariwisata, dengan mengundang narasumber ahli sebagai pelatih.
Baca juga: Cegah Penyebaran Rabies, Satgas Yonif 742/SWY Bersama Dinas Peternakan Belu Lakukan Vaksinasi
"Pelatihan akan diikuti oleh 60 peserta, angkatan pertama akan dilaksanakan di Lamaknen dan Lasiolat dengan 40 peserta, dipilih berdasarkan potensi daerah seperti adanya objek wisata Fulan Fehan dan air terjun Mauhalek," jelasnya.
Sementara itu, angkatan kedua dengan 20 peserta akan dilakukan di wilayah Kakuluk Mesak, dengan tiga lokasi pelatihan yaitu Sukar Laran, Pasir Putih, dan Teluk Gurita.
Diharapkan masyarakat dapat menyediakan pangan lokal di destinasi wisata, menciptakan kekhasan yang menarik bagi pengunjung.
"Pengawasan di lapangan akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata, sedangkan pengelolaan pendapatan bersama-sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sehingga tercipta kolaborasi lintas sektor untuk pengembangan UMKM di Belu," tambah Jules Ando.
Melalui kegiatan ini, kita mengajak pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan menjual olahan pangan khas daerah, menciptakan brand yang unik untuk daerah tersebut.
"Ketika masyarakat membeli produk tersebut, mereka akan teringat akan keunikan kuliner dari masing-masing wilayah," jelas Jules Ando.
Diharapkan, melalui program pelatihan ini, pendapatan masyarakat dapat meningkat dan usaha mikro kecil menengah yang berjualan di daerah pariwisata dapat diberdayakan secara lebih optimal. (Cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.