Berita Manggarai Barat

Pokmawas di Manggarai Barat Lepas 3.000 Penyu ke TNP Laut Sawu

Ia berharap masyarakat mulai sadar dan meninggalkan praktik-praktik eksploitasi biota penyu untuk kepentingan komersial dan konsumsi.

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Warga Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat lepasliarkan bayi penyu ke laut. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) Bangko Bersatu di Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat telah melepasliarkan 3.000 bayi penyu ke Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, periode 2017-2024.

Anggota Pokmawas Bangko Bersatu Fadil Mubarak menjelaskan, jenis penyu yang dilepasliarkan adalah penyu sisik (Eretmochelys Imbricata), penyu lekang (Lepidochelys Olivacea) dan penyu hijau (Chelonia Mydas).

"Sejak tahun 2017 sampai Maret 2024 kurang lebih tiga ribu ekor bayi penyu yang dilepas ke TNP Laut Sawu," ujarnya, Minggu 31 Maret 2024.

Fadil melanjutkan, dari Januari hingga Maret 2024 warga kembali menemukan dua sarang penyu di pesisir Pantai Desa Nanga Bere. Sarang pertama ditemukan 10 Februari, sarang berikutnya 24 Maret.

Telur penyu pada sarang pertama yang ditemukan warga telah menetas tiga hari setelah ditemukan. Sehingga pada 13 Februari 2024 lalu warga melakukan pelepasliaran bayi penyu atau tukik ke laut.

Baca juga: Empat Hari Jalan di Desa Golo Kaca Manggarai Barat Tertimbun Longsor

"Sebanyak 64 ekor tukik jenis penyu sisik (Eretmochelys Imbricata) kami lepasliarkan ke Taman Nasional Perairan Laut Sawu," jelasnya.

Pada temuan sarang telur penyu kedua, ditemukan sebanyak sebanyak 111 telur penyu. Ratusan telur penyu tersebut kemudian direlokasi ke pusat pelestarian penyu yang disebut penangkaran semi alami Beo Lejong Penyu yang dikelola Kelompok Pokmaswas Bangko bersatu dan Ikatan Pemuda Peduli Konservasi.

"Setelah menunggu kurang lebih 45-60 hari telur tersebut menetas lalu kami akan melepasliarkan ke laut atau kami atur jadwal pelepasan bersama masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan dalam melepasliarkan bayi penyu pihaknya juga mengundang Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Wilayah Kerja Manggarai dan pemerintah desa setempat.

Lebih lanjut dikatakan, perlindungan terhadap penyu sebagai biota laut yang dilindungi sangat penting karena diambang kepunahan.

Ia berharap masyarakat mulai sadar dan meninggalkan praktik-praktik eksploitasi biota penyu untuk kepentingan komersial dan konsumsi.

"Semoga ada perhatian dari pemerintah seperti mendukung dengan cara menghadirkan sarana atau prasarana pendukung kegiatan, agar kegiatan peduli lingkungan seperti ini terus berlanjut," ucapnya. (uka)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved