Opini
Opini: Ovidius dan Kosmetik
Baris tersebut saya kutip sebagai pembuka puisi Matria dalam buku puisi saya Keledai yang Mulia. Di tahun kelahiran Ovidius, Cicero meninggal dunia.
Oleh Mario F Lawi
Penyair, tinggal di Kupang
POS-KUPANG.COM - Ovidius, atau Publius Ovidius Naso lahir di Sulmo (sekarang Sulmona, Italia), pada 20 Maret 43 SM. Dalam salah satu baris karyanya berjudul Tristia, Ovidius menyatakan bahwa Sulmo adalah kampung halamannya.
Baris tersebut saya kutip sebagai pembuka puisi Matria dalam buku puisi saya Keledai yang Mulia. Di tahun kelahiran Ovidius, Cicero meninggal dunia.
Ovidius adalah anak kedua dari keluarga bangsawan ksatria. Pembaca karya-karya Ovidius tentu tahu bahwa sebagian besar informasi tentang kehidupannya bisa ditemukan dalam karya-karyanya.
Pada usia muda, Ovidius dan saudaranya dikirim ke Roma untuk belajar retorika. Salah satu guru retorika terkenal Ovidius adalah Marcus Porcius Latro, seorang orator yang dianggap sebagai salah satu pendiri retorika skolastik. Guru retorika lainnya adalah Aurelius Fuscus.
Berbeda dari Lucius, kakaknya, yang sepenuh hati belajar retorika, Ovidius lebih tertarik pada seni puisi. Pada sekitar 29-25 SM, Ovidius melakukan pembacaan-pembacaan puisi-puisi pertamanya.
Karya pertama yang ditulis Ovidius adalah Heroides, kumpulan surat-surat dalam kuplet elegi yang sebagian besar ditulis dengan narator pasangan-pasangan para tokoh dalam puisi-puisi epik.
Karya-karya lain yang dihasilkan setelah Heroides adalah Amores, Ars Amatoria, Remedia Amoris, dan Medicamina Faciei Femineae.
Setelah karya-karya tersebut ditulis, Ovidius dibuang ke Tomis, sebuah tempat di Laut Hitam.
Pada masa pembuanganlah ia menyelesaikan karya heksameternya yang paling terkenal, Metamorphoses, serta sejumlah karya monumental lain seperti Tristia dan Epistulae ex Ponto.
Ovidius wafat pada 17 Masehi. Meski lebih terkenal karena Metamorphoses, dalam Tristia, Ovidius sendiri menempatkan dirinya di antara para penulis puisi elegi semasanya (Tristia 4.10.41-54).
Karya-karyanya yang ditulis dalam metrum kuplet elegi seperti Ars Amatoria, Remedia Amoris, dan Amores (pada Abad Pertengahan sering dianggap tidak berjudul sehingga karya tersebut disebut Sine
titulo) mengukuhkan otoritasnya sebagai penyair elegi selama berabadabad.
Klasikis Thea S. Thorsen bahkan menyatakan, Mendekati kehidupan tanpa cinta (hampir) sama tak berartinya seperti mendekati cinta tanpa Ovidius.
Para pembaca karya-karya Ovidius tentu tak sulit menemukan jejak-jejaknya dalam karya-karya sastra yang ditulis sejak abad pertama hingga Italo Calvino, dari Tales from Ovid milik Ted Hughes sampai Wake, Siren: Ovid Resung milik Nina MacLaughlin.
Medicamina, karya tentang kosmetik yang ditulisnya dalam metrum kuplet elegi, bisa kita baca kembali untuk menemukan relevansi Ovidius bagi zaman kita. Dalam Ars Amatoria, Ovidius sendiri mengaku bahwa ialah penulis Medicamina:
Est mihi quo dixi vestrae medicamina formae parvus,sed cura grande libellus opus.
Akulah yang menyampaikan tentang ramuan bagi rupamu Lewat sebuah buku kecil yang dikerjakan secara serius.
(Ars Amatoria, III. 205-206)
Menurut kritikus sastra Gianpiero Roseti, ada ratusan baris Medicamina yang hilang.
Puisi didaktik tersebut, yang merupakan naskah pertama dari zaman Romawi yang berhubungan dengan dermatologi, adalah juga puisi tentang komposisi.
Karena kosmetik dalam khazanah Romawi dianggap sebagai bahan-bahan medis, Medicamina dapat dikelompokkan sebagai teks didaktik-medis. Puisi tersebut dapat dibagi dalam dua bagian.
Lima puluh baris pertama berbicara tentang cultus dan ars dalam pengertian lebih luas.
Bagian tersebut mengantar pembaca menemukan hal lebih spesifik yang ingin dibicarakan Ovidius: ramuan-ramuan untuk wajah.
Dengan demikian, pada baris-baris selanjutnya, ramuan-ramuan perawatan wajah dirinci Ovidius, dan di bagian-bagian tersebutlah kita temukan ars dalam pengertian spesifik, yakni ars medica.
Lima puluh baris bagian kedua berisi lima resep bahan kosmetik dan langkah-langkah pembuatannya.
Baris 51-68 memuat resep pertama, baris 69-82 memuat resep kedua, baris 83-90 memuat resep ketiga, baris 91-98 memuat resep keempat, dan baris 99-100 memuat sebagian resep kelima.
Resep kelima merupakan bagian dari resep lebih panjang yang lenyap
bersama sisa teks.
Fungsi resep pertama adalah untuk membuat wajah berseri, sedangkan kosmetik pada resep kedua berfungsi menghilangkan noda hitam dari wajah, serta dapat digunakan di sekujur tubuh.
Kosmetik pada resep ketiga dan keempat berfungsi untuk menghilangkan noda warna yang melekat di seluruh wajah (color in toto ore). Maksudnya mungkin untuk menghilangkan sisa-sisa kosmetik sebelumnya. Resep kelima, terdiri atas dua baris, ditulis begini:
Vidi quae gelida madefacta papavera lympha
conteret teneris inlineretque genis.
Telah kusaksikan perempuan menghancurkan bunga popi, membasahinya dengan air dingin dan mengoleskan ramuan itu pada pipi halusnya.
Dua baris tersebut hanya menunjukkan kepada pembaca keterangan dua bahan, tanpa informasi takaran dan manfaat penggunaan.
Medicamina kerap dianggap sebagai karya minor Ovidius. Anggapan tersebut diajukan dengan mempertimbangkan lacunae atau banyaknya baris yang hilang, yang tak lagi memungkinkan kita membaca baris-baris setelah kuplet terakhir di atas.
Meski demikian, Medicamina jelas memiliki benang merah dengan karya-karya lain Ovidius. Medicamina adalah juga puisi tentang transformasi, dalam semangat anti-Metamorphoses.
Dalam Metamorphoses, puisi heksameternya, perubahan identik dengan penaklukan, kekalahan, keterasingan, kejatuhan ke dalam situasi terburuk, bahkan kamuflase untuk menghindari ancaman, sedangkan kaum perempuan yang membaca Medicamina diharapkan berubah dan mencapai kualitas terbaik diri mereka.
Kita juga ingat, Medicamina bukan satu-satunya karya Ovidius yang memperhitungkan besarnya kontribusi tokoh-tokoh perempuan dalam karya
sastra.
Dalam Heroides, Ovidius memberikan suara yang begitu leluasa terhadap para tokoh perempuan yang kerap terpinggirkan dalam puisi-puisi epik Romawi dan Yunani.
Semangat didaktik dalam Medicamina tentu saja telah lebih dahulu dirintis Ovidius dalam Ars Amatoria. Dari segi cakupan pembahasan, Medicamina bukan satu-satunya karya Ovidius yang mengurusi penampilan perempuan.
Dalam sejumlah baris Ars Amatoria dan Remedia Amoris, Ovidius menekankan pentingnya kosmetik dan aksesori bagi perempuan.
Sejumlah bahan dalam Medicamina tentu tak bisa begitu saja kita terima tanpa penelitian dan pengujian lebih lanjut, sebagaimana kita tak bisa mengandalkan kalung abracadabra untuk mengusir demam, sesuai saran penyair Quintus Serenus Sammonicus dalam karyanya Liber Medicinalis.
Meski anjuran dalam Medicamina begitu terbuka untuk kita ragukan di zaman ini, anjuran tersebut disampaikan dalam puisi.
Di zaman ketika informasi begitu cepat berlalu dari hadapan kita, ketika mengecek dan memverifikasi informasi adalah hal yang tak lagi bisa kita hindari, membaca Medicamina membuat kita menemukan hal meragukan yang kita terima dengan sukacita karena ia disampaikan dengan bentuk yang indah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Keledai-yang-Mulia.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.