Berita Kota Kupang
STAI Kupang Akan Terjemahkan Al-Qur'an ke Bahasa Kupang
selain sebagai catatan budaya, juga bisa digunakan di sekolah formal maupun non formal di berbagai daerah di NTT.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kupang akan menerjemahkan Al-Qur'an kedalam bahasan Melayu - Kupang.
STAI Kupang telah melakukan penandatanganan MOU dengan Kementerian Agama RI untuk melaksanakan kegiatan ini.
Adapun MOU yang ditandatangani berlangsung, Rabu (20/3/2024) di STAI Kupang.
Kepala Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang Kementerian Agama RI Prof Moh. Isom mengatakan, Al-Qur'an dalam bahasan Arab, nantinya diterjemahkan ke dalam bahasa Kupang.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang Dukung Kegiatan Serambi Tahun 2024
"Kami dari Litbang Kementerian Agama kerja sama dengan STAI Kupang, untuk proses penerjemahan dalam bahasa Melayu Kupang," ujarnya.
Dalam MOU itu disebutkan jangka waktu penerjemahan dilakukan hingga 8 bulan. Dia berharap tahun ini, agenda itu dimungkinkan bisa di rampung.
Menurut Moh Isom, selama ini Kementrian Agama RI sudah melakukan hal yang sama untuk beberapa daerah seperti di Aceh maupun Madura hingga Bali dan NTB. Total ada 26 proses penerjemahan Al-Qur'an ke bahasa lokal sudah dilakukan.
"Saat ini sisa ada 4 tahun ini, bahasa Kupang, Ternate, Betawi dan Dayak," kata dia.
Prof Moh. Isom ingin agar proses itu bisa selesai tepat waktu sejalan dengan jumlah ayat yang tertulis dalam Al-Qur'an.
Dengan penerjemahan ini maka paling tidak, nilai Al-Qur'an bisa lebih mudah dipahami masyarakat. Sehingga, bahasa ibu menjadi salah satu sarana.
"Supaya Al-Qur'an bisa cepat membumi," sebutnya.
Nantinya, jika sudah selesai diterjemahkan ke bahasa Kupang, maka dalam perayaan selanjutnya akan ikut disampaikan dengan terjemahan dalam bahasa Kupang. Tujuannya memudahkan umat untuk cepat memahami.
Di samping itu, pada sekolah-sekolah juga akan diajarkan lewat pelajaran muatan lokal. Menurut dia, hal itu memang sangat bagus dan bisa dilakukan, terutama anak-anak dalam berinteraksi.
"Ini lebih cepat paham. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah untuk masyarakat yang ada di Kupang. Semakin dipahami dan dihayati. Beragama tidak sekedar formal tapi benar-benar menghayati dan memahami, cara menghayati adalah ngerti maksud Al-Qur'an," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/penandatanganan-MOU-dengan-Sekolah-Tinggi-Agama-Islam.jpg)