Berita Kabupaten Kupang

Sekolah SD di Desa Fatukona Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi

Lanjut Nupu bahwa hanya terdapat 1 ruangan yang rubuh akibat hujan dan angin kencang sementara ruangan lainnya hanya retak .

|
POS-KUPANG.COM/HO
Tembok kantor SDN Bointuka di Desa Fatukona Kecamatan Takari runtuh akibat hujan dan angin kencang pada Jumat 15 Maret 2024 lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Tembok kantor SDN Bointuka di Desa Fatukona Kecamatan Takari, Kabuaten Kupang runtuh akibat hujan dan angin kencang pada Jumat 15 Maret 2024 lalu.

Beruntung pada saat itu masih pagi hari dan belum ada kegiatan belajar mengajar sehingga tidak menimbulkan korban. Namun salah satu sisi tembok kantor sekolah ambruk dan beberapa bagian lain mengalami retak yang cukup parah.

Hal ini baru disampaikan oleh salah satu guru Demianus Nupu, Senin 18 Maret 2023, namun soal kerusakan ini juga belum dilaporkan ke BPBD maupun dinas Pendidikan Kabupaten Kupang.

"Yang rusak itu bagian kantor yang rubuh  hari Jumat jam 6 pagi," terang guru Nupu.

Lanjut Nupu bahwa hanya terdapat 1 ruangan yang rubuh akibat hujan dan angin kencang sementara ruangan lainnya hanya retak .

Baca juga: Penyebab Laka Lantas di Takari, Pengemudi Hardtop Tak Mampu Kendalikan Mobil

Kata Demianus mereka belum melaporkan kejafian tersebut ke dunas pasalnya sampai saat ini Kepala Sekolah belum berada di tempat.

Untuk sementara akibat rusaknya gedung kantor para guru bekerja menggunakan ruang kelas 1 sementara siswa kelas 1 pindah dan menggunaka ruang perpustakaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Eliazer Teuf ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima informasi tersebut.

"Belum. Sebentar saya kabari," ujar Kadis Eliazer.

Soal bencana hidrometeorologi, Kepala BPBD Kabupaten Kupang Semmy Tinenti mengungkapkan sejauh ini dampak cuaca eksrim menyebabkan 1 anak di desa Oelfatu Amfoang Barat Laut tewas tertimpa pohon yang ambruk dan menyebabkan dua warga lain mengalami luka-luka.

Lalu dari data yang dia paparkan sebanyak 343 KK terdampak cuaca eksrim dengan total jumlah jiwa mencapai 1522 jiwa di seluruh Kabupaten Kupang.

Diantara jumlah tersebut ada 48 lansia, 2 ibu hamil, 10 balita, dan 19 bayi harus mengalami dampak langsung akibat bencana hidrometeorologi.

Sementara Semmy juga melaporkan terdapat 332 unit rumah warga terendam banjir akibat luapan sungai dan hujan deras yang turun terus menerus.

Bencana ini juga mengakibatkan 4 rumah mengalami rusak ringan dan 7 rumah mengalami rusak berat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved