Kamis, 7 Mei 2026

Berita Sikka

Anak-anak Perumnas Maumere Lawan Candu Gawai Lewat Mural Edukasi

Satu dari puluhan anak-anak ini adalah Ray Hehanusa (13), siswa SMP swasta di Kota Maumere. Tangan dan bajunya tampak berlumuran cat tembok.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTIN ADAL
Anak-anak Perumnas Maumere saat menuangkan ide kreatif saat aksi membuat mural di Jalan Anyelir, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Minggu, 17 Maret 2024 sore 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristin Adal

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Puluhan anak-anak di kompleks Perumnas Maumere, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka antusias mengekspresikan kreativitas melalui seni mural tepatnya di tembok Jalan Anyelir pada Minggu sore 17 Maret 2024.

Satu dari puluhan anak-anak ini adalah Ray Hehanusa (13), siswa SMP swasta di Kota Maumere. Tangan dan bajunya tampak berlumuran cat tembok

Dia dan tiga temannya juga memegang kuas, sesekali menyapu kuas pada tembok yang telah digambari. Kuas itu sebelumnya telah dicelupi cat yang disimpan pada wadah gelas plastik bekas air mineral.

"Sangat asik dan seru bisa ikut mural hari ini. Biasanya hanya duduk-duduk di rumah main game di handphone sampai arus baterai habis. Hari ini kita senang bisa merasakan belajar mural dengan teman-teman kompleks tanpa bawa handphone," tutur Ray sambil tersenyum.

Ray mengaku tak pandai melukis, namun melalui kegiatan mural ini ia belajar bersama teman-teman sebayanya. Ia bercerita hingga berdiskusi untuk pilihan warna cat pada gambar mural dengan tema toleransi.

"Tema mural saya dan teman-teman itu toleransi. Kami sendiri yang tentukan warna catnya dan kami belajar banyak hal hari ini melalu mural terutama pesan dari tema toleransi karena di kompleks Perumnas Maumere tidak hanya orang Maumere dan agamanya beda-beda," ujar Ray.

Sementara itu Rikardus Gonzales Wea Libu, Ketua Pelaksana Mural Edukasi ini menyebutkan, kegiatan ini memiliki tema besar Mural Edukasi dan sebagai upaya kampanye sosial menjauhkan anak-anak dari gawai, menghadirkan ruang kreativitas menarik dan tak jauh dari rumah mereka.

"Kegiatan mural ini melibatkan 60 anak-anak dari tingkat TK-PAUD, SD, dan SMP yang ada di kompleks Perumnas Maumere dan atas inisiasi anak muda di sini. Semua anak-anak yang terlibat tinggal di Jalan Anyelir 1-4 Perumnas Maumere," kata Rikardus kepada POS-KUPANG.COM.

Rikardus mengatakan, kegiatan ini muncul karena keresahan terhadap anak-anak yang memiliki waktu paling banyak dengan gawai. Setiap harinya sulit melepas genggaman dari gawai dan bahkan mengganggu waktu untuk beristirahat yang tak terkendali.

"Terlepas dari gadget itu sulit untuk anak-anak. Karena itu kita berusaha untuk membuat suatu kegiatan bagaimana membuat mereka melupakan gadget selama satu hingga dua jam, dan ternyata terbukti hari ini melalui mural edukasi," ungkap Rikardus.

Lanjutnya, mural edukasi ini mengangkat tema lingkungan hidup, kebersamaan, tata krama, budaya hingga toleransi. Kegiatan ini juga lahir dari dukungan komunitas literasi, seniman hingga kampus swasta di Kota Maumere.

"Kita bekerjasama dengan teman-teman dari Komunitas KAHE, Orang Belakang, DKV Ledaleor, dan Nippon Paint Maumere untuk mengedukasi anak-anak maupun masyarakat melalui mural. Melihat animo anak-anak hingga orang tua yang menemani mereka ini, harapannya bisa membawa virus baik di sekitaran Perumnas," tuturnya.

Kegiatan mural edukasi melibatkan anak-anak Perumnas Maumere menyita perhatian warga setempat. Salah satunya Ita Parera, seorang ibu rumah tangga di Perumnas Maumere yang ikut menyaksikan aksi anak-anak melukis tembok putih Jalan Anyelir menjadi berwarna.

Baca juga: Stok Vaksin Rabies Kosong, Warga Sikka Cari Vaksin ke Kabupaten Ende

"Kegiatan seperti ini sangat menarik, kalau tidak anak-anak ini pasti duduk di kamar main handphone, main game saja. Kita orang tua senang lihat mereka mural di sini dan tidak perlu jauh-jauh," kata Ita.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved