Munas Golkar 2024
Aburizal Bakrie: Ada Jalan Pintas Bagi Jokowi Kalau Mau Jadi Ketua Umum Golkar
Aburizal Bakrie, Mantan Ketua Umum Partai Golkar tetiba angkat bicara terkait nama Presiden Jokowi yang disebut mau bergabung ke Partai Golkar.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Aburizal Bakrie, Mantan Ketua Umum Partai Golkar tetiba angkat bicara terkait nama Presiden Jokowi yang disebut-sebut bakal bergabung dengan Partai Golkar di hari-hari yang akan datang.
Ia menyebutkan bahwa Partai Golkar dengan gembira menyambut Presiden Jokowi. Partai Golkar juga memberikan apresiasi yang tinggi apabila Presiden Jokowi memutuskan untuk bergabung dengan Partai Golkar.
Untuk bergabung di partai berlambang pohon beringin ini, kata Aburizal Bakrie yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar ini, Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka tentunya harus melewati semua mekanisme partai.
Awalnya, lanjut Aburizal Bakrie, harus terlebih dahulu menjadi kader partai. Jika selanjutnya menjadi Ketua Umum Partai Golkar, maka Presiden Jokowi dan Gibran minimal bergabung dan menjadi kader selama lima tahun.
“Jadi aturan di Partai Golkar memang demikian. Mekanismenya memang seperti itu. Bahwa menjadi ketum (Golkar) itu minimal harus lima tahun menjadi kader,” ujar Aburizal Bakrie yang juga mantan Menteri Sosial tersebut.
Akan tetapi, katanya, ada juga jalan lain atau jalan pintas bagi Jokowi dan Giran untuk bisa menjadi Ketua Umum Partai Golkar,
Syaratnya, kata Aburizal Bakrie, adalah semua pengurus Partai Golkar di seluruh provinsi di Indonesia, menginginkan keduanya menjadi pimpinan, tentunya mengamandemen AD/ART internal.
Mengamandemen AD/ART tersebut, katanya, harus atas persetujuan semua pengurus dari seluruh provinsi di Indonesia.
"Iya mungkin saja (bisa diubah AD/ART), itu kalau mau. Kalau (semua) daerah mau, ya iya (bisa)," ujarnya.
Sekjen Golkar: Sah-saj Saja
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan bahwa sampai saat ini ia belum mendengar isu Jokowi dan Gibran akan bergabung di Partai Golkar.
Akan tetapi, katanya, jika Presiden Jokowi dan Gibran mau bergabung, ya, itu sah-sah saja. Dan, itu sesuai amanat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar tahun 2017. Tentunya harus ikut program panca sukses.
"Kita punya program panca sukses salah satu adalah sukses inovasi kaderisasi dan keanggotaan. Kebetulan saya yang bertanggung jawab, jadi kita membuat data base dengan aplikasi yang ada pada data kita untuk merekrut kader-kader baru siapapun boleh masuk, entah dia pemulung, entah pengusaha bisa masuk sangat senang kita," ujarnya.
"Bayangin, kalau ada presiden mau masuk atau calon presiden mau masuk, tentunya akan sangat membantu Partai Golkar," tambah Lodewijk.
"Kalau kita bicara ada tambahan minimal catatan di situ, satu kader baru Partai Golkar karena programnya inovasi kaderisasi keanggotaan siapapun kita, sebagai partai terbuka bisa masuk," ujarnya.
Kendati demikian, saat ditanya bila Jokowi masuk menjadi anggota Partai Golkar apakah akan mendapatkan posisi di Partai Golkar, Lodewijk mengaku belum ada pembicaraan ke arah sana.
"Belum ada pembicaraan ke sana. Kita bicara rekrutmen anggota baru itu, siapa saja kita bisa rekrut. Jadi tidak hanya presiden terus wakil presiden terpilih tetapi siapapun bisa," ujarnya.
Lodewijk juga mempertanyakan soal pihak yang melempar isu Jokowi maupun Gibran menjadi anggota Partai Golkar.
"Siapa yang melemparkan isu itu Pak Jokowi mau masuk Golkar kita juga belum tau, Pak Gibran masuk Golkar kita juga tidak tahu. Sekali lagi saya katakan siapapun dia warga negara Indonesia itu punya hak untuk direktur menjadi kader Partai Golkar," ujarnya.
Baca juga: Yunarto Wijaya: Prabowo dan Gibran Tak Boleh Jadi Petugasnya Jokowi Kalau Sudah Dilantik
Jokowi sebelumnya dikabarkan bakal bergabung dengan Partai Golkar usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka mengaku tak bisa menjawab banyak soal kabar tersebut.
Pria yang juga Cawapres nomor urut 2 Pilpres 2024 itu mengarahkan agar kabar itu dikonfirmasi ke pihak yang menyebarkan saja.
"Yang menjawab biar yang menyebarkan isu dong," kata dia yang masih menjabat Wali Kota Solo saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah pada Februari lalu. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Aburizal Bakrie
Mantan Ketua Umum Partai Golkar
Presiden Jokowi
Gibran Rakabuming Raka
mantan Menteri Sosial
Aburizal Bakrie Tak Percaya, Presiden Jokowi Mau jadi Ketua Dewan Pembina Golkar |
![]() |
---|
Sudah Diramalkan, Presiden Jokowi Bakal Gabung ke Golkar Sebelum Desember 2024 |
![]() |
---|
Politisi PDIP Bicara Soal Wacana Jokowi Membelot ke Golkar: Yang Butuh Itu Jokowi, Bukan Golkar |
![]() |
---|
Diwacanakan Jadi Ketua Umum Partai Golkar, Gibran: Aneh-aneh Aja, Banyak Senior Kok |
![]() |
---|
Ray Rangkuti Meramal: Presiden Jokowi Bakal Cawe-cawe di Munas Golkar Tapi Bukan untuk Airlangga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.