Pilpres 2024
Jusuf Kalla Contohi Kemajuan di Vietnam: Mereka Itu Selalu Memandang ke Depan, Tidak ke Belakang
Jusuf Kalla Mantan Ketua Umum Golkar membeberkan contoh nyata tentang kemajuan yang dicapai Vietnam. mereka selalu lihat ke depan tidak ke belakang
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Jusuf Kalla (JK), Mantan Ketua Umum Partai Golkar, membeberkan contoh nyata tentang kemajuan yang dicapai oleh Vietnam, negara tetangga Indonesia yang demikian menyata saat ini.
Awalnya, Mantan Wapres RI itu menceritakan bahwa baru-baru ini dirinya berkunjung ke Vietnam. Di negara itu ia melihat kemajuan yang demikian nyata dan berhasil dicapai oleh negara tersebut.
Bahkan, lanjut Jusuf Kalla, negara itu mencatatkan pertumbuhan 7-8 persen.
Dia menyebutkan bahwa Vietnam selalu berusaha menatap masa depan, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi semakin baik dan kesejahteraan rakyat bisa terealisasi.
"Jadi, sebelum kita membicarakan masa depan bangsa, baru-baru ini saya ke Vietnam dan melihat kemajuannya," tutur Jusuf Kalla.
"Pertumbuhannya yang dicapai 7-8 persen. Saya lalu bertanya apa yang dilakukan dan dijawab 'kita selalu memandang ke depan tidak ke belakang," tutur Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla membeberkan hal itu dalam acara diskusi di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok, Jawa Barat, Kamis 7 Maret 2024.
Diskusi itu dilaksanakan, dalam rangka membedah kecurangan Pemilu 2024 yang belakangan ini terus digulirkan untuk menggenapi target hak angket yang berkemungkinan akan digelar DPR RI dalam waktu dekat ini.
Dia menyebutkan bahwa Pemilu 2024 ini merupakan pemilu terburuk dalam sejarah Indonesia setelah pemilu tahun 1955 silam.
Atas buruknya Pemilu 2024 itu sehingga banyak pihak menginginkan agar pemilu tahun ini dievaluasi dan dikoreksi. Ini harus dilakukan karena pemilu yang telah berlangsung itu demikian buruk sepanjang perjalanan sejarah bangsa ini.
"Bagi saya dan ini sering saya katakan dalam berbagai kesempatan bahwa Pemilu 2024 ini adalah yang terburuk dalam sejarah Indonesia sejak tahun 55 (1955),” ujarnya. Artinya, lanjut dia, pesta demokrasi tahun ini diatur oleh minoritas, artinya oleh orang yang mampu, orang pemerintahan, orang yang punya uang.
Baca juga: Hakim Konstitusi Dilarang Cawe-cawe Saat Sidang Sengketa Pemilu 2024
Oleh karena itu, lanjut dia, jika pemilu terburuk ini terus dibiarkan, maka Indonesia berkemungkinan akan kembali ke masa otoriter.
"Apabila sistem ini menjadi suatu kebiasaan, maka kita kembali ke jaman otoriter, itu saja masalahnya sebenarnya," katanya. Namun, kata JK, peristiwa pemilu sudah terjadi, Indonesia harus melangkah ke depan memperbaiki kesalahan yang terjadi saat ini.
Seperti Vietnam yang menatap masa depan sehingga pertumbuhan ekonomi bisa semakin baik dan kesejahteraan rakyat bisa terealisasi. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Karier Gibran Makin Moncer, Dulu Pengusaha Lalu Jadi Wali Kota Solo, Kini Wakil Presiden Terpilih |
![]() |
---|
Tim Ahli Prabowo - Gibran Hitung Anggaran Riil Program Makan Siang Gratis 2024-2029 |
![]() |
---|
Prabowo Subianto: Sekarang Saya Sedang Dilatih, Selalu Duduk di Samping Presiden Jokowi |
![]() |
---|
Sekjen Golkar Benarkan Gibran Mundur: Ini Demi Persiapan Pelantikan Presiden – Wakil Presiden |
![]() |
---|
Mundur Demi Persiapan Jadi Wapres, Kini Teguh Prakosa Pimpin Kota Solo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.