Berita Belu
Hingga Maret 2024, Kabupaten Belu Bebas Kasus Rabies
Agustinus menjelaskan gejala klinis rabies pada hewan, seperti takut cahaya, takut suara atau hembusan angin, hipersalivasi, gelisah, agresif
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kasus rabies yang melanda beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, termasuk kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Belu.
Hingga bulan Maret 2024, belum ada kasus yang terkonfirmasi rabies di Kabupaten Belu.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteliner, Pengolahan, dan Pemasaran Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Agustinus, menanggapi informasi yang beredar mengenai adanya kasus rabies pertama di Kabupaten Belu,
Agustinus menegaskan jika informasi tersebut tidak benar.
"Saya ingin mengklarifikasi terkait informasi yang beredar bahwa Belu positif rabies pertama. Informasi itu sementara tidak benar, ini yang mau diluruskan agar tidak menimbulkan kecemasan pada masyarakat, namun tetap waspada karena Belu termasuk daerah strategis rabies," kata Agustinus pada Minggu, 3 Maret 2024.
Agustinus menjelaskan gejala klinis rabies pada hewan, seperti takut cahaya, takut suara atau hembusan angin, hipersalivasi, gelisah, agresif, dan menyendiri. Meskipun gejala tersebut bisa menjadi indikasi rabies, untuk memastikan, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium.
"Jadi jika terdapat gejala tersebut meski tidak secara keseluruhan bisa diambil sampel untuk dilakukan penelitian secara cepat di laboratorium. Apabila mencurigakan, sampel dikirim untuk dilakukan pemeriksaan di Balai Besar Veteriner di Bali," ucap Agustinus.
Terkait serangan gigitan anjing, Agustinus menyebut bahwa sudah ada beberapa laporan di Kabupaten Belu. Tim telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan observasi, memperhatikan, dan melakukan vaksinasi pada hewan-hewan di wilayah tersebut. Untuk korban gigitan, tindakan pencegahan dengan penyuntikan vaksin rabies juga sudah dilakukan.
Agustinus menegaskan, jika ada sebaran rabies, hal tersebut akan diumumkan secara resmi oleh kepala daerah atau bupati berdasarkan hasil laboratorium.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dan menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat jika menemui hewan dengan gejala rabies untuk penanganan lebih lanjut. (cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Satgas Pamtas RI-RDTL dan Karang Taruna Nanaenoe Belu Tanam Pohon di Wilayah Rawan Longsor |
|
|---|
| Jelang Tahun Baru 2025, Disparbud Belu Baksos di Wisata Religi Patung Bunda Maria Segala Bangsa |
|
|---|
| Jelang Tahun Baru 2025, Pasar Tradisional Atambua Ramai Dikunjungi Warga Meski Harga Sembako Naik |
|
|---|
| Ketua IPSI Belu Bangga Antonius Tuke Harumkan IPSI dan Perisai Diri Belu di Kanca Internasional |
|
|---|
| Antonius Tuke Eduk Pesilat Asal Wedomu Belu NTT Harumkan Nama Indonesia di Kejuaraan Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Kesehatan-Hewan-Kesehatan-Masyarakat-Veteliner-Pengolahan-Agustinus.jpg)