Minggu, 31 Mei 2026

Berita Belu

Curah Hujan Rendah, Tanaman Padi Sawah di Belu Terancam Gagal Panen

Banyak masyarakat tani mengeluhkan kondisi yang ada dikarenakan terhitung sudah dua minggu lebih tidak hujan. 

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Kondisi sawah di Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu. Rabu, 28 Februari 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Puluhan hektar lahan tanaman padi sawah di Desa Maumutin Kabupaten Belu terancam gagal panen sebagai dampak dari curah hujan yang tidak menentu di musim tanam tahun ini. 

Banyak masyarakat tani mengeluhkan kondisi yang ada dikarenakan terhitung sudah dua minggu lebih tidak hujan. 

Daniel Suri Warga Desa Maumutin menyampaikan bahwa potensi pertanian di wilayahnya sangat bagus baik lahan kering maupun lahan basah. 

Ia menjelaskan bahwa untuk lahan kering seperti tanaman jagung hampir semua petani yang tanam sudah mulai panen. 

Namun untuk lahan basah seperti sawah ada yang baru mau digarap, bahkan ada yang sudah tanam. Namun dengan kondisi hujan yang tidak menentu bisa saja terjadi gagal panen

"Banyak petani petani yang sedang menggarap lahan mereka untuk ditanami padi, ada juga yang sudah tanam baru umur satu bulan tapi debit sudah berkurang, sehingga padi yang baru ditanam sudah mulai menguning," ujarnya, Rabu, 28 Februari 2024.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk musim tanam tahun ini ketersediaan pupuk bagi petani bisa dibilang tercukupi, namun dengan kondisi sekarang banyak yang belum dimanfaatkan.

Baca juga: Curah Hujan Minim, BPBD Manggarai Timur Koordinasi Dengan Distan, Dinsos dan DKPP

Baca juga: Curah Hujan Rendah, Petani di Manggarai Timur Mengeluh

Ia juga menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan tahun lalu, curah hujannya cukup bagus dan panen bisa dilakukan pada bulan Maret atau awal Mei. 

Ia juga mengaku bahwa tahun sebelumnya ia bisa mengolah lahan sawah 2 hektar dengan hasil 1 ton lebih. 

"Tahun ini saya hanya bisa olah 1 hektar lebih, karena memang cuaca yang tidak menentu," pungkasnya. (Cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved