Opini
Obat Terbaik: Kebersamaan dan Kelembutan
Paus mengingatkan kita bahwa kesembuhan pertama yang kita impikan adalah kedekatan, penuh kasih sayang dan kelembutan.
Oleh Gabriel AI Benu
Alumnus Fakultas Filsafat Unwira, Tinggal di Seminari Tinggi St. Mikhael Kupang
POS-KUPANG.COM - Paus Fransiskus membuka pesannya pada Hari Orang Sakit Sedunia pada hari Minggu 11 Februari 2024 dengan kutipan dari Kitab Kejadian: “Tidak baik kalau manusia seorang diri saja.” (Kej. 2:18).
Ini mengingatkan kita bahwa, mengingat sifat sosialnya, merawat pasien erat dengan merawat hubungan.
Ini juga mengingatkan kita pada konteks hidup dewasa ini yang cenderung terjebak dalam gaya hidup individualistis yang tak terbendung.
Kata “hubungan” ini menerangi kelelahan baik penderita maupun pengasuhnya. Keduanya hidup di masa yang membutuhkan sikap hati-hati.
Paus mengingatkan kita bahwa kesembuhan pertama yang kita impikan adalah kedekatan, penuh kasih sayang dan kelembutan.
Di antara pengalaman hidup yang paling signifikan adalah penderitaan manusia, yaitu situasi yang mengubah keseimbangan manusia dan menempatkannya dalam kondisi tidak aman dan rentan.
Naluri pertama seorang manusia yang merasa tidak aman dan rentan adalah meminta bantuan. Jauh di dalam pikiran dan hatinya, manusia menyadari bahwa tidak baik menghadapi bagian-bagian eksistensial hidupnya dalam kesendirian.
Seorang anak misalnya, akan secara naluriah berpaling kepada ibunya, orang dewasa mencari bantuan dari teman atau orang yang dicintai, orang lanjut usia berharap pada anak-anaknya sebagai tumpuan hidup.
Di sini, hasrat spontan yang mendorong bantuan dan uluran tangan seorang manusia di kala menghadapi penderitaan, muncul dari sifat sosialnya.
Penyakit dan penderitaan tidak hanya melukai tubuh, tetapi juga relasi. Kita secara spontan mencari obat yang juga bersifat relasional, mempercayakan diri kita kepada mereka yang menurut kita dapat membebaskan kita dari pengalaman menyakitkan dan penderitaan tersebut.
Profesional Teknis Belum Cukup
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dalam lingkup masyarakat ilmiah, yang terlampau berkonsentrasi pada analisis data untuk memahami fenomena, rasanya basi bahkan terlalu romantis untuk mempercakapkan kelembutan lagi.
Dua kenyataan ini sesungguhnya tidak bertentangan tetapi harus diintegrasikan ke dalam paradigma baru yaitu pelayanan.
Penelitian ilmiah dan rumah-rumah sakit menawarkan terapi yang diperlukan untuk memerangi rasa sakit dan penyakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Paus-Fransiskus_0050.jpg)